JCCNetwork.id– Seo Talelu, seorang petani muda di Sleman, Yogyakarta, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kabar rencana penutupan selokan Mataram yang dijadwalkan pada bulan Oktober mendatang. Pasalnya bakal ada dampak besar bagi petani jika pasokan air setop mengalir ke lahan pertanian.
Dalam wawancara dengan Jurnalis JCCNetwork di Sinduadi, Mlati, Sleman Yogyakarta, Seo Talelu menjelaskan bahwa selokan Mataram adalah sumber air utama yang vital bagi para petani. Terutama, untuk tanaman seperti cabai dan tanaman lainnya.
“Selokan Mataram itu sumber air utama, sebab tidak ada lagi sumber mata air lainnya,” Kata Seo, Kamis (31/8/2023).
Seo menggambarkan sangat pentingnya air dari selokan Mataram bagi petani di Gedongan, yang tidak memiliki alternatif lain untuk pasokan air. Jadi, penutupan sementara selokan ini akan menjadi beban yang sangat berat bagi petani.
“Kekurangan air di lahan membuat tanaman sulit untuk berkembang sehingga, tanaman yang ditanam tak akan tumbuh subur,” tambahnya.
Seo menekankan bahwa air adalah kunci utama kesuburan tanaman, dan jika pasokan air terhenti, tanaman otomatis layu dan mati. Situasi ini berpotensi menimbulkan masalah serius bagi petani khususnya di wilayah Jalan Kabupaten.
Selain itu, Seo telah mengadopsi inovasi baru dalam penggunaan pupuk, di mana aliran air dari selokan Mataram menjadi elemen penting. Penutupan selokan ini juga dapat mengancam inovasinya, yang melibatkan penggunaan pupuk dari kolam ikan serta kotoran ikan dan ayam yang disaring dan dialirkan langsung ke tanaman cabai.
“Saya pakai inovasi baru yaitu pupuk dari kolam ikan, atau kotoran ikan dan juga kotoran ayam yang disaring langsung menggunakan kolam ikan kemudian mengalir langsung ke tanaman cabai,” ungkap Seo.
Dalam situasi yang mendesak ini, Seo berharap pemerintah daerah segera mencari solusi untuk mengatasi masalah kekurangan air yang akan melanda.
Pasalnya, bantuan dalam bentuk sumber air atau bantuan peralatan pertanian akan sangat membantu petani di wilayah Sleman untuk tetap produktif selama musim kemarau panjang dan penutupan selokan Mataram yang mengancam.
“Kecuali ada bantuan dari pemerintah untuk berikan sumber air ataupun sanyo, itu mungkin bisa membantu menghadapi musim kemarau panjang dan penutupan selokan ini,” ucapnya dengan harapan besar.



