JCCNetwork.id- Meskipun telah banyak laporan terhadap Rocky Gerung, namun pengamat politik itu hingga saat ini tak kunjung dipanggil penyidik Polri terkait pernyataan kontroversial terhadap terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan panggilan pemeriksaan klarifikasi terhadap Rocky masih belum di laksanakan. Pasalnya masih proses penyidikan masih berjalan. Pemanggilan akan berlangsung setelah memperoleh hasil pemeriksaan laboratorium forensik. Yakni terhadap bukti-bukti rekaman video dan kesaksian pelapor, saksi, serta ahli telah selesai proses analisisnya.
“Untuk rencana pemeriksaan terhadap RG, sementara kita masih menunggu hasil pemeriksaan-pemeriksaan lainnya,” ujar Djuhandhani, Rabu (16/8/2024).
Djuhandhani berujar, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 50 saksi dan menghadirkan lima ahli sebagai bagian dari upaya penanganan kasus tersebut.
“Saat ini sudah ada 50 saksi yang kita periksa, kemudian 5 ahli yang kita periksa,” katanya.
Sementara itu baik di tingkat Bareskrim maupun polda-polda di seluruh daerah, telah menerima 26 laporan polisi terhadap Rocky Gerung. Pihaknya masih tengah melakukan pendalaman terhadap laporan-laporan tersebut sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
“Kita terus berjalan untuk pemeriksaan-pemeriksaan untuk melengkapi apakah ini nanti kita bisa tingkatkan untuk penyidikan atau tidak,” tutupnya.
Rocky Gerung Juga Terjebak Prahara Lainnya
Sementara di tengah umpatan Rocky terhadap Presiden Joko Widodo, ternyata ada juga prahara lainnya. Hal itu nampak dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, kembali menyuarakan rasa ketidakpuasannya terhadap komentar Rocky yang menyamakan marganya dengan anjing pada tahun 2020 silam.
Hingga saat ini belum ada tindakan hukum oleh pihak kepolisian. Padahal pernyataan itu merendahkan harkat dan martabat marga Laoly serta masyarakat Nias secara keseluruhan.
“Di kampung saya mempersamakan seorang marga Laoly. Laoly itu marga itu menyangkut harkat martabat seluruh Laoly dan bahkan orang Nias, tahun 2020 kita adukan tapi polisi belum. Saya tidak terima. Saya akan kejar, supaya didengar,” ucap Yasonna beberapa hari lalu.
Sementara itu, reaksi atas umpatan Rocky ke Presiden Jokowi terus bergulir. Sejumlah warga di Surabaya, melakukan aksi demonstrasi untuk mengecam ucapan itu. Massa juga meminta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mengeluarkan surat edaran yang menolak kehadiran Rocky di Jatim.



