Bukan Hanya Soal Cuaca Kering, Banjir dan Tanah Longsor Juga Mengintai!

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa dalam musim kemarau di Indonesia kali ini, berbagai peristiwa bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor telah terjadi.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam sebuah sesi mengungkapkan bahwa fenomena ini terjadi meskipun kita sudah memasuki bulan ketiga dari prediksi musim kemarau.

- Advertisement -

“Sekali lagi bahwa kemarau di Indonesia bukan kemarau tanpa banjir. Musim hujan di Indonesia bukan musim hujan tanpa karhutla (kebakaran hutan dan lahan), selalu ada dua fenomena ini yang saling berlawanan, bahkan terjadi dalam satu provinsi,” ujar Abdul dikutip Selasa (15/8/2023).

Abdul secara rinci menjelaskan bahwa dalam periode 7-13 Agustus 2023, bencana banjir terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Aceh, dan Halmahera Utara.

Saat ini, lanjutnya, bencana dominan adalah karhutla dan beberapa kondisi cuaca ekstrem. Walaupun peristiwa longsor juga masih terjadi, terutama di Pulau Jawa.

- Advertisement -

Abdul juga menyampaikan bahwa prediksi musim kemarau terus mengalami perubahan. Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kemarau akan berlangsung hingga Agustus-September, namun dinamika cuaca diperkirakan akan berubah sedikit mulai dari September hingga Oktober.

Dia menjelaskan bahwa karhutla di daerah Sumatera dan Kalimantan umumnya disebabkan oleh kebakaran pada lahan gambut. Sedangkan di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, karhutla umumnya terjadi pada lahan mineral yang cepat mengering, namun api bisa dengan cepat padam setelah objek yang terbakar habis di area yang jauh dari pemukiman.

Secara sejarah, lanjutnya, karhutla paling sering terjadi di enam provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Namun, tren dominasi karhutla juga mengalami perubahan di luar provinsi-provinsi tersebut.

BNPB telah melakukan mobilisasi personel dan sumber daya yang terkait dengan respons darurat, termasuk tim darat dan udara yang terdiri dari 31 helikopter, 14 di antaranya adalah helikopter untuk patroli udara, sementara sisanya adalah helikopter yang dilengkapi dengan peralatan water bombing.

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KMP Aceh Hebat 2 Meledak, 14 Orang Terluka

JCCNetwork.id- Insiden ledakan yang disertai kebakaran terjadi di atas kapal penyeberangan KMP Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER