JCCNetwork.id – Pemerhati politik, Saiful Huda Ems (SHE), mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi besar Indonesia dalam bidang kebudayaan dan tambang. Saat berbicara tentang sosok yang memiliki pengetahuan mendalam tentang kedua hal tersebut, SHE tidak henti-hentinya menyebut nama seorang tokoh yang kharismatik, yaitu Dr. R. Haidar Alwi, MT.
Dr. Haidar Alwi, sarjana S1 dan S2 dari ITB yang juga menempuh studi di Amerika, dipuji oleh SHE karena pemahamannya yang mendalam tentang potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia.
“Sepertiga mineral dunia ada di Indonesia,” ujar Haidar Alwi, menurut keterangan yang pernah diberikan dalam beberapa opini sebelumnya oleh SHE.
Lebih lanjut SHE, Haidar Alwi juga mengungkapkan potensi tambang emas yang mencengangkan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Terdapat 2 miliar ton emas di NTB, yang bisa dianggap sebagai harta karun Republik Indonesia,” kata SHE menirukan ungkapan Haidar Alwi.
Jumlah ini setara dengan 2 triliun kilogram emas atau senilai 1,6 juta triliun rupiah, dengan asumsi harga 1 kilogram emas mencapai 800 juta rupiah. Jumlah luar biasa ini bahkan bisa digunakan untuk melunasi hutang RI yang mencapai 10.000 triliun rupiah.
Namun, SHE mengajukan pertanyaan menarik, “Bagaimana dengan wilayah lain di Indonesia? Dan tidak hanya tambang emas, bagaimana dengan potensi tambang lainnya di negeri kita?”
Haidar Alwi tampaknya hanya membicarakan sebagian dari potensi tambang di Indonesia, yang memunculkan banyak pertanyaan tentang potensi tambang lain yang mungkin lebih besar.
Meskipun demikian, pemerintah tampaknya belum sepenuhnya memanfaatkan kapasitas luar biasa dari Haidar Alwi, yang merupakan keturunan mubaligh ternama di Nusantara. Figur berpengaruh ini telah mencurahkan usaha untuk memajukan Indonesia melalui lembaga yang didirikannya, seperti Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institut.
Salah satu contoh kontribusi nyata dari Haidar Alwi adalah kerjasamanya dengan Universitas Gajah Mada (UGM). Beliau memberangkatkan para mahasiswa ke Turki dan Singapura untuk mempopulerkan Kebudayaan Indonesia, khususnya Kebudayaan Rampoe Aceh.
Langkah ini menunjukkan dedikasi beliau dalam melestarikan kebudayaan Indonesia dan memperkenalkannya kepada dunia.
SHE menyatakan keprihatinan bahwa tokoh sehebat Haidar Alwi tidak pernah mendapatkan tempat yang proporsional dalam jajaran Pemerintahan RI. Ia berharap Presiden Jokowi dan calon penggantinya akan mempertimbangkan hal ini, sehingga potensi luar biasa dari Haidar Alwi dapat lebih dimanfaatkan untuk memajukan Indonesia.
Haidar Alwi menjadi bukti hidup bahwa Indonesia memiliki kekayaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang potensial untuk kemajuan bangsa. Semoga langkah-langkah lebih lanjut akan diambil untuk mendukung dan memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh tokoh inspiratif ini demi kemajuan Indonesia ke depan.



