JCCNetwork.id- Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ade Irfan Pulungan, mengkritisi Anies Baswedan soal sorotan terhadap pembangunan era kepemimpinan Presiden Jokowi. Irfan Pulungan menyatakan kritik Anies tidak adil dan tidak membandingkan dengan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya tak mempertimbangkan fakta-fakta yang ada.
Salah satu klaim yang ditekankan oleh Ade Irfan Pulungan adalah bahwa pembangunan di era Presiden Jokowi sudah merata dan telah dirasakan oleh masyarakat. Ia menunjukkan bahwa hingga saat ini belum ada kritik yang serius terhadap pembangunan jalan tol yang telah banyak dibangun di era Jokowi. Sebaliknya, pembangunan jalan tol ini justru semakin mendapat apresiasi karena berhasil memudahkan mobilitas dan mengurangi kemacetan.
“Hingga saat ini belum ada kritik atas pembangunan jalan tol yang telah banyak di bangun era Jokowi, malah semakin mendapat apresiasi karena memudahkan jalan,” kata Ade Irfan dikutip.
Sebelumnya, dalam perayaan Milad PKS ke-21 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, suasana semakin memanas saat Anies Baswedan, mengeluarkan kritik tajam terhadap pembangunan di era kepemimpinan Presiden Jokowi. Ia membandingkan capaian tersebut dengan prestasi di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam pidatonya, Anies menyoroti prestasi luar biasa era SBY sebagai Presiden. Pada masa tersebut, klaimnya pembangunan jalan nasional mencapai puncaknya dengan angka mengesankan, yakni 11.800 Km. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa era SBY berhasil mencapai kemajuan signifikan dalam infrastruktur negara.
Sementara itu sesuai catatan redaksi JCCNetwork era Jokowi, pembangunan infrastruktur negara tidak hanya berfokus pada jalan nasional, tetapi juga meliputi sektor-sektor lain seperti transportasi massal, jaringan internet, irigasi, dan lain-lain.
Pembangunan jalan tol yang telah dilakukan di era Jokowi juga memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan konektivitas dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Jokowi menunjukkan komitmen yang kuat dalam pembangunan infrastruktur dengan Program Tol Laut, pembangunan Bandara Internasional, dan proyek-proyek strategis lainnya. Ia juga menyoroti pentingnya melihat pembangunan secara keseluruhan, bukan hanya satu aspek tertentu, dalam mengevaluasi kinerja pemerintahan.















