JCCNetwork.id- Dalam sorotan publik yang tak terbendung, terkuaklah akses jalan yang hancur di Desa Wambasalahin, Pulau Buru, Provinsi Maluku. Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini telah menjadi bukti nyata atas kelalaian yang menghancurkan kesejahteraan rakyat.
Uskup Keuskupan Amboina, Mgr. Seno Ngautra, dengan penuh keprihatinan yang mendalam, melontarkan permohonan dari jiwanya yang pilu kepada pihak berwenang, termasuk Presiden Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Bupati Maluku, agar memperhatikan situasi yang memilukan ini.
Dalam kunjungannya yang tidak terlupakan ke Desa Wambasalahin, Mgr. Seno Ngautra memahami betapa sukar perjalanan menuju desa terpencil ini. Dengan jarak tempuh yang mencapai 15 hingga 20 kilometer dari Kecamatan Wayapo, Mgr. Seno awalnya harus berjalan kaki selama 2 jam untuk mencapai desa itu. Namun, sekarang, duka menghimpit hatinya saat ia menyaksikan jalan yang dulunya telah dijalani dengan susah payah, kini semakin terpuruk dalam kondisi yang memprihatinkan.
Desa Wambasalahin menjadi tempat tinggal bagi warga negara Indonesia yang umumnya hidup dalam keadaan miskin, dan mereka membutuhkan perhatian penuh dari pemimpin negara. Mgr. Seno tak dapat menahan getirnya hati saat membandingkan kondisi jalan di desa itu dengan jalan tol yang megah dan halus di Jakarta. Ia merasakan kepiluan dan air matanya tidak terbendung saat mengingat jalan yang menjadi saksi bisu dari penderitaan rakyat di desa tersebut.
“Dalam lingkungan ini, mereka adalah warga negara Indonesia, orang-orang kecil dan miskin yang juga berhak mendapatkan perhatian dari para pemimpin negara,” ujar Mgr. Seno dengan lirih yang penuh kepedihan, dalam rekaman video yang diterima JCCNetwork.id, Minggu (21/5/2023).























