JCCNetwork.id– Penantian Inter Milan selama 13 tahun untuk meraih tiket final akhirnya pecah di tangan kepelatihan Simone Inzaghi. Pencapaian itu diwarnai dengan komentar Presiden Steven Zhang yang menyandingkan Inzagni dengan Antonio Conte yang sebelumnya, tidak mampu membopong Nerazzurri ke final liga bergengsi dunia tersebut.
Racikan strategi Inzagni berhasil menuai hasil manis, sebab selain ke final Liga Champions, Nerazzurri juga melaju ke final Coppa Italia dan mengamankan tiket untuk finis empat besar Serie A musim ini.
Hasil ini membuat Bos Inter Milan bangga, pasalnya Inzaghi merupakan pelatih yang hanya fokus ke tim dan tidak terlalu ambil pusing permasalahan diluar lapangan.
“Saya telah bekerja dengan banyak pelatih meski saya baru 31 tahun, jelas Inzaghi begitu istimewa, sangat istimewa, sangat tenang di segala situasi,” kata Zhang dilansir dari laman Sky Sport Italia.
“Terlepas kami menang atau kalah, dia selalu tenang, mungkin inilah kualitas terbaik darinya, dia satu-satunya pelatih yang tak pernah meminta pemain kepada saya,” tambah pengusaha asal China tersebut.
Komentar tersebut seolah menyudutkan Conte, usai hanya berhasil mengantarkan Inter meraih scudetto pertama dalam 11 tahun.
Ditangan kepelatihan Inzagni lebih berhemat, sedangkan Conte beranggapan bahwa masalah finansial klub tak akan bisa membantunya mencapai target yang dicita-citakan.
Bersama Inzaghi Nerazzurri hanya berfokus memburu pemain murah atau gratis seperti. Edin Dzeko, Hakan Calhanoglu, Henrikh Mkhitaryan, dan Andre Onana selanjutnya Romelu Lukaku dan Francesco Acerbi.



