Menag Yaqut Minta Umat Islam Jaga Masjid Dari Politisasi Identitas dan Intoleransi Jelang Pemilu 2024

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta masyarakat Muslim Indonesia agar menjaga Masjid dari politisasi identitas dan intoleransi. Apalagi, pada momentum politik menuju Pemilu 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan Menag Yaqut saat mengukuhkan pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) periode 2022-2026 di Masjid Istiqlal Jakarta pada Rabu, 3 Mei 2023.

- Advertisement -

“Jadikan masjid sebagai rumah bersama yang menjadi tempat bernaung banyak orang yang memiliki itikad dan komitmen untuk pemberdayaan dan pemajuan masjid,” kata Menag Yaqut dalam keterangannya yang di kutip JCCNetwork.id, Jumat (5/5/2023).

“Ajak dan libatkan banyak orang, banyak anasir dalam lembaga ini. Semakin banyak potensi di jalin, semakin besar peluang pemberdayaan dapat di lakukan,” sambungnya.

Adapun dalam pengukuhan BKM tersebut, turut hadir juga Wakil Rais Aam PB NU, KH Anwar Iskandar, Ketua Baznas Nur Ahmad Baznas, Kadisbintalad Brigjen TNI Nur Salam, hingga pejabat eselon I Kemenag serta Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan Pengurus BKM yang dikukuhkan.

- Advertisement -

“Jaga masjid-masjid kita dari politisasi dan intoleransi, terlebih kita akan menyongsong tahun politik 2023-2024,” ucapnya.

Menag: Umat Islam Harus Jaga Masjid

Menurutnya, masjid merupakan episentrum untuk pembinaan umat Islam. Pasalnya, hal tersebut juga dikonfirmasi sejarah Islam.

“Belakangan, kita mencermati fungsi-fungsi itu agak memudar atau bahkan bergeser ke arah tidak tepat. Masjid hanya dipandang tempat salat. Ada juga penggeseran multifungsinya, lalu masjid menjadi ruang politisasi dan arena perkecambahan paham intoleran dan ekstrem,” kata Gus Men, panggilan akrabnya.

“Untuk fenomena-fenomena aktual inilah kita terdorong untuk kembali merajut semua potensi untuk memperkuat dan memberdayakan masjid-masjid kita. Masjid harus lebih profesional di kelola, cara pandang seluruh ekosistemnya moderat dan harus berdaya. Untuk itu kita perlu merevitalisasi BKM dan peran-peran strategisnya,” tandasnya.

Selain itu, Menag juga meminta agar BKM merevatilasasi kekrja-kerja bersama semua pihak. Menurut dia, penguatan masjid bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata, melainkan semua pihak termasuk aktivis ormas Islam, akademisi, alim ulama, kalangan pesantren serta semua umat Islam.

“Bismillah, kita bergerak bersama dalam niat dan tekad memakmurkan masjid dan memajukan bangsa dan negara Indonesia. Dari masjid, kita makmurkan Indonesia,” jelasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bursa Kerja Disabilitas Dibuka di Jakarta

JCCNetwork.id- Upaya memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas terus diperkuat melalui pelaksanaan Bursa Kerja Lintas Mentari 2025 yang digelar Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI)...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER