Budaya Takut Salah, Wajar Atau Masalah?

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Budaya takut salah, wajar atau masalah? Ini adalah pertanyaan yang masih mendilematis bagi setiap individu. Hal ini kemudian menjadi salah satu bahasan dalam podcast JCC Network Program Pro Otonomi bersama Wakil Rektor I Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Dr Magdalena S Halim, Psikolog.

Dr Magdalena menguraikan, bahwa sesungguhnya budaya takut salah sangat erat kaitannya dengan karakter kepribadian seseorang yang penuh dengan keragu-raguan lantaran khawatir pandangannya berbeda dari kelompoknya. Hal ini memang sangat familiar, lantaran mayoritas masyarakat Indonesia budayanya kolektif atau kebersamaan.

- Advertisement -

“Hasil penelitian saya menunjukkan, kenapa ragu-ragu? Karena kita masih berpikir kalau mengatakan apa adanya, apa lingkungan bisa terima atau enggak?,” kata Dr Magdalena dalam Podcast Pro Otonomi.

Budaya Takut Salah Penyakit?

Dr Magdalena mengatakan, ketika seseorang merasa tidak yakin bahwa ia kompeten maka besar kemungkinan bisa jadi lahan pemanfaatan pihak yang tak bertanggung jawab dengan cara menyusup melakukan represi dan provokasi.

Untuk itu, budaya takut salah terus menerus dibiarkan dalam waktu yang lama bisa menjadi ‘penyakit’, dalam arti ketika seorang tahu bahwa salah namun dibiarkan maka bakal berdampak buruk bagi kebijakan maupun hal terkait lainnya.

- Advertisement -

Budaya takut salah juga sangat berpeluang menghambat proses pembangunan di wilayah Indonesia.

Ini adalah pekerjaan rumah, tidak hanya bagi pemerintah namun juga buat semua lapisan masyarakat di Indonesia. Sebab
melawan kekhawatiran dan ketakutan mengatakan nilai kebenaran merupakan bagian dari kunci berkembangnya bangsa lebih baik lagi ke depan.

“Budaya takut salah ini kalau dibiarkan bisa menjadi penyakit, kalau enggak diobatinkan bisa parah. Kalau dikaitkan akan berdampak proses pembangunan di lapangan,” ucap Dr Magdalena.

Budaya Takut Salah? Pemerintah Tahu?

Terlalu sering berpikir tetapi tidak bertindak karena takut melakukan kesalahan dalam berbicara sehingga membuat orang menjadi pendiam tidak banyak bicara bisa menjadi boomerang. Namun pertanyaannya, apakah pemerintah mengetahui mengenai budaya takut salah tersebut atau tidak?

Dalam hal ini, Dr Magdalena mengatakan, secara garis besar ia meyakini pemerintah mengetahui mengenai budaya takut salah. Apalagi era saat ini, informasi keterbukaan publik sudah meluas dan segala keluhan dan informasi pun mudah diakses.

Tetapi poinnya adalah, bagiamana tidak berhenti sampai pada omongan dan sekadar tahu mengenai adanya budaya takut salah. Namun, butuh terobosan secara kontinyu sehingga tak hanya reformasi birokrasi, namun juga reformasi mental.

“Ini tanggung jawab semua individu dari lapisan bawah sampai yang tertinggi. Karena ini kan berkaitan dengan karakter,” ucapnya.

Pemimpin Harus Sudah Selesai Dengan Dirinya Sendiri

Pada kesempatan ini, Dr Magdalena menambahkan, budaya takut salah juga tidak terlepas dari kebiasaan main aman ‘asal bapak senang’ (ABS). Persoalan ini yang kemudian membuat koordinasi antar pimpinan pusat maupun daerah tampak tak berjalan maksimal.

Untuk itu, lanjut Psikolog itu, dalam proses menjadi pimimpin seseorang harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Artinya latar belakang menjadi pemimpin karena murni untuk melayani, bukan faktor lain.

Kemudian memiliki karakter keberanian siap berkata jujur. Mengingat sebagus apapun sistem, jika yang melakukan itu belum ada kesadaran maka mustahil terealisasi.

“Pemimpin daerah harusnya sudah selesai dengan dirinya sendiri. Jadi sudah tidak pikir urusan rumah saya masih kurang apa ya. Jadi kalau sadar untuk melayani, harus enggak mikir yang lain-lain,” tutup Dr Magdalena.

NONTON VIDEO BERIKUT:

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dolar AS Menguat di Tengah Konflik AS-Iran

JCCNetwork.id- Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, didorong meningkatnya permintaan investor terhadap aset...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Bikin Ruangan Pecah, Cak Imin Seloroh ke PKS: Kursinya Jangan Lebih Banyak dari PKB
09:42
Video thumbnail
Tegas! Maruarar Sirait Tegur Anak Buah Soal Data Rumah Mangkrak: Jangan Bicara Tanpa Dasar!
10:32
Video thumbnail
DPR Semprot Penyidik Lampung, KUHAP Baru Wajib Dipatuhi atau Terancam Sanksi
08:12
Video thumbnail
MUI Dorong Sikap Konggres Jelas Tolak Praktik LGBT di Indonesia
08:16
Video thumbnail
Sindiran Presiden Londo Ireng Pakek Baju Lain
08:01
Video thumbnail
PDIP Menolak Lupa Sejarah Kelam Peristiwa Kudatuli
08:04
Video thumbnail
Hasto Kenang 2 Kali Serangan Komando Letkol Zul Effendi & Tawaran Yang Ditolak Megawati!
08:06
Video thumbnail
Di Depan Cak Imin, Pramono Anung Blak-blakan: Politisi Pindah-Pindah Partai Nggak Pernah Jadi Besar
08:02
Video thumbnail
BPKN Sebut Komunikasi Pengembang LRT City Sulit, Menteri Ara Langsung Turun Tangan Buru Solusi
08:48
Video thumbnail
Keponakan Presiden Prabowo Sebut Dunia Iri dengan Budaya RI
08:42
Video thumbnail
Tak Pakai Lama! Purbaya Gerak Cepat Bongkar Aturan Berbelit
08:35
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan! Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Para Dewa
08:57
Video thumbnail
Bukan Kaleng-Kaleng! Inovasi Pertanian Bikin Heboh, Traktor Amfibi hingga Alat Panjat Kelapa
08:23
Video thumbnail
Luar Biasa Mentan Amran Borong Lahan Jagung Rp10 Miliar, 3.000 H Siap Dibagikan Gratis ke Petani
08:04
Video thumbnail
MUI Dorong Kongres Ambil Sikap Jelas, Minta Rekomendasi Tegas Tolak Praktik LGBT di Indonesia
08:16
Video thumbnail
Bahlil Yakin Era Mobil Hidrogen Segera Tiba, Mobil Listrik Terancam?
11:06
Video thumbnail
Berseloroh, Polkam Bicara Tegas soal Plt Jaksa Agung
08:29
Video thumbnail
MBG Program Mulia, Namun Terganggu Gegara Oknum Pejabat Kalah Lawan Setan & Roh Gelap
08:59
Video thumbnail
Prabowo Semprot Media soal Pemberitaan Sekolah Rusak: Ada Waktunya Saya Sebut!
10:25
Video thumbnail
Dipandang Sebelah Mata, Mampukah B50 Jadi Senjata Baru Energi Indonesia?
11:17

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER