JCCNetwork.id- Pergerakan harga pangan nasional kembali menunjukkan fluktuasi pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan signifikan, terutama gula pasir, daging sapi, bawang, hingga beras. Di sisi lain, beberapa bahan pangan seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan minyak goreng justru mengalami penurunan harga.
Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang diperbarui pukul 09.30 WIB, lonjakan harga paling tinggi terjadi pada komoditas gula pasir premium. Harga komoditas tersebut tercatat naik 16,58 persen menjadi Rp23.200 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada gula pasir lokal yang meningkat 7,59 persen sehingga berada di level Rp20.550 per kilogram. Kondisi ini menandakan tekanan harga pada komoditas pemanis masih berlangsung di sejumlah daerah.
Selain gula, harga daging sapi turut mengalami penguatan cukup tajam. Daging sapi kualitas I naik 3,27 persen menjadi Rp148.450 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kualitas II melonjak lebih tinggi sebesar 6,62 persen menjadi Rp145.850 per kilogram.
Komoditas hortikultura juga ikut terdampak kenaikan harga. Bawang merah tercatat naik 10,04 persen menjadi Rp50.950 per kilogram. Sedangkan bawang putih mengalami kenaikan hingga 12,26 persen dan kini diperdagangkan di angka Rp43.950 per kilogram.
Pada kelompok beras, hampir seluruh jenis mengalami peningkatan harga. Beras kualitas bawah I naik 7,72 persen menjadi Rp15.350 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II naik 3,41 persen menjadi Rp15.150 per kilogram.
Selanjutnya, beras medium I tercatat meningkat 1,9 persen menjadi Rp16.100 per kilogram dan medium II naik 7,12 persen menjadi Rp16.550 per kilogram. Untuk kategori premium, beras super I naik 4,76 persen menjadi Rp17.600 per kilogram, sementara beras super II meningkat 8,23 persen menjadi Rp17.750 per kilogram.
Di sektor cabai, harga cabai merah besar mengalami kenaikan tipis sebesar 1,32 persen menjadi Rp53.650 per kilogram. Cabai merah keriting juga naik 5,25 persen dan kini berada di angka Rp52.100 per kilogram.
Meski demikian, tidak seluruh komoditas pangan mengalami kenaikan. Harga cabai rawit hijau justru turun cukup dalam sebesar 21,66 persen menjadi Rp38.700 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada cabai rawit merah yang terkoreksi 17,94 persen menjadi Rp57.650 per kilogram.
Sementara itu, harga daging ayam ras segar turun 9,06 persen menjadi Rp36.150 per kilogram. Penurunan harga turut terjadi pada minyak goreng curah yang turun 8,67 persen menjadi Rp18.950 per liter.
Adapun minyak goreng kemasan bermerek I mengalami koreksi tipis sebesar 0,82 persen dan kini dijual di kisaran Rp24.150 per liter.
Fluktuasi harga pangan tersebut diperkirakan dipengaruhi oleh dinamika pasokan, distribusi, serta permintaan pasar menjelang pertengahan tahun. Pemerintah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan harga guna menjaga stabilitas pangan nasional dan daya beli masyarakat.



