Benni mengungkapkan, sektor usaha terbesar realisasi investasi PMDN di DKI Jakarta sepanjang Tahun 2022 adalah sektor Konstruksi dengan Rp.18,8 Triliun atau 21,1%. Sedangkan pada realisasi investasi PMA didominasi oleh sektor usaha Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi yang mencapai Rp.20 Triliun atau 37,2%.
Secara kumulatif, tiga sektor yang memiliki kontribusi realisasi investasi PMDN dan PMA terbesar pada Januari- Desember Tahun 2022 adalah sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi dengan nilai Rp.38,1 Triliun
(26,7%); sektor Jasa Lainnya Rp.24,6 Triliun (17,2%); dan sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran Rp.20,6 Triliun (14,4%). Ketiga sektor ini memiliki kontribusi 58,3% dari total realisasi penanaman modal DKI Jakarta periode Januari s.d. Desember tahun 2022.
Selain itu, Benni juga memaparkan sebaran realisasi investasi secara kumulatif pada periode Januari s.d. Desember
Tahun 2022, berdasarkan wilayah Kota/ Kabupaten Administrasi di DKI Jakarta.
Adapun realisasi investasi PMDN dan PMA kumulatif terbesar berada di Jakarta Selatan dengan nilai investasi sebesar Rp.63,2 Triliun atau 44% dari total realisasi penanaman modal DKI Jakarta sepanjang Tahun 2022.
“Realisasi investasi PMDN dan PMA terbesar ada di Jakarta Selatan dengan total nilai Rp.63,2 Triliun, Jakarta Pusat Rp.27,3 Triliun, Jakarta Timur Rp.25,1 Triliun, Jakarta Utara Rp.18,6 Triliun, Jakarta Barat Rp.8,6 Triliun, dan Kepulauan Seribu Rp.2,1 Miliar,” papar Benni.
Secara agregat, realisasi investasi DKI Jakarta yang mencapai Rp 143 Triliun pada Tahun 2022 ini pun telah mencapai 115% dari target realisasi investasi dalam Perjanjian Kinerja (Perkin) Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022, yakni sebesar Rp.124,5 Triliun.
























