Menyelami Kegagalan Program ‘Si’ Food Estate

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Sorotan Redaksi:

JCCNetwork.id – Menyelami Kegagalan Program ‘Si’ Food Estate. Program Food Estate, wacana yang membawa harapan gemilang untuk memperkokoh ketahanan pangan dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada impor, ternyata berlabuh di teluk kegagalan.

- Advertisement -

Mula-mula, janji-janji megah terucap tanpa perencanaan tuntas. Rencana itu terlihat samar, tanpa kajian menyeluruh mengenai lahan potensial yang dihampar. Kegagalan pemetaan yang akurat tentang jenis tanaman yang cocok ditanam di lahan yang dipilih membuat implementasi program terbentur masalah.

Ketidakseimbangan merangkak antara infrastruktur dan bimbingan teknis: Program Food Estate memang membutuhkan investasi dalam infrastruktur pertanian seperti irigasi, jaringan irigasi, serta jalan penunjang lainnya.

Namun, pelaksanaan pembangunan tersebut taklah lengkap tanpa bimbingan teknis yang memadai. Petani di kawasan Food Estate ternyata menghadapi kekurangan pengetahuan dan keterampilan yang penting dalam mengelola lahan secara optimal. Kurangnya pelatihan, bimbingan, dan pendampingan teknis melumpuhkan petani dan menghambat pemanfaatan lahan yang berpotensi.

- Advertisement -

 

Cerminan Gagal Mencolok Tanaman Jagung Food Estate Kabupaten Belu

 

Dalam geliat Food Estate di Nusa Tenggara Timur (NTT), Partai Keadilan Sejahtera mencatatkan keluhan. Di tiga lokasi terpisah, seperti Kabupaten Belu dengan lahan seluas 365 hektar, hanya sebagian kecilnya (43,9 hektar dengan alokasi 3,3 hektar untuk Sorgum dan 40,6 hektar untuk Jagung) yang telah ditumbuhi tanaman.

Pada kasus lain, di Kabupaten Sumba Tengah dengan luas lahan 6.100 hektar, dan Kabupaten Sumba Timur dengan lahan 900 hektar di Kecamatan Pandawai (400 hektar) dan Kecamatan Umalulu (500 hektar) yang dijadikan ladang untuk menanam sorgum.

Namun, cerminan kegagalan yang mencolok adalah tanaman jagung di Food Estate Kabupaten Belu, Provinsi NTT. Hanya dalam waktu sebulan setelah ditanam oleh Presiden Joko Widodo pada April 2022, tanaman tersebut tak berdaya. Sistem irigasi sprinkle yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) NTT tak berfungsi dengan baik dan malah dinilai sebagai pemborosan sumber daya.

Konflik lahan dan masalah sosial pun mengiringi gembar gembor Food Estate. Tanah yang diusulkan untuk dikembangkan kerap melibatkan konflik sosial.

Banyak lahan yang dimiliki oleh masyarakat adat atau petani kecil diambil alih secara tidak adil dan tidak transparan, menciptakan ketegangan sosial dan protes yang berkecamuk di daerah Food Estate. Konflik semacam ini menghalangi kemajuan program dan menciptakan ketidakstabilan di kawasan tersebut.

Bahkan, LSM Walhi melontarkan kritik keras terhadap skala besar Program Food Estate yang dijalankan tanpa mempertimbangkan dampak lingkungandi Kalimantan Tengah. Pasalnya, proyek food estate atau lumbung pangan seluas 165.000 hektar mengancam lahan gambut dan berpotensi memicu kebakaran lahan.

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

DPR Fokus Bahas 4 RUU pada Masa Sidang II

JCCNetwork.id- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan empat rancangan undang-undang (RUU) yang menjadi fokus pembahasan DPR pada Masa Persidangan II Tahun Sidang...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal #shorts #trending
01:27
Video thumbnail
Tak Perlu Tunggu Perintah, Kapolri Suyudi Minta Polisi Sigap Saat Rakyat Membutuhkan #shorts
01:58
Video thumbnail
Gerindra Resmi Pecat 3 Kader DPRD Jatim, Tegaskan Tak Ada Intervensi Hukum #shorts #trending
02:19
Video thumbnail
Kapolri Suyudi Tegaskan, Polisi Harus Sigap Tolong Rakyat, Tak Perlu Tunggu Perintah
10:58
Video thumbnail
Pesan Tegas Kapolri untuk Anak Buah, Polisi Harus Hadir Saat Rakyat Membutuhkan #shorts #trending
01:41
Video thumbnail
Kapolri Ingatkan Personel, Masyarakat Tak Peduli Pangkat, Tapi Bukti Nyata Hadir untuk Rakyat
12:17
Video thumbnail
Bahlil Peringatkan Pengusaha Tambang, Ilmu Abuleke Itu Dulu Saya yang Ciptakan #shorts #trending
01:25
Video thumbnail
Blak-blakan, Bahlil Akui Paham Jurus Akal-akalan Pengusaha Tambang: Ilmu Abuleke dari Saya
10:12
Video thumbnail
Lapor ke Prabowo, Airlangga Beberkan, Fundamental Ekonomi Indonesia Disebut Tetap Kuat #shorts
02:00
Video thumbnail
Lapor ke Prabowo, Airlangga Beberkan, Fundamental Ekonomi Indonesia Disebut Tetap Kuat
05:27
Video thumbnail
Rocky Gerung Cerita Momen Dicari Presiden Prabowo, Responsnya: Mau Belanja Emosi #shorts #trending
01:17
Video thumbnail
Rocky Gerung Cerita Momen Dicari Presiden Prabowo, Responsnya: Mau Belanja Emosi
06:56
Video thumbnail
PMI Dicap Janda Kaya, Rocky Gerung: Saya Jomblo Melarat
01:47
Video thumbnail
PMI Dicap Janda Kaya, Rocky Gerung: Saya Jomblo Melarat
06:50
Video thumbnail
Menteri Hukum Blak-blakan di Depan Rocky Gerung, kalau Besok Salah Dibilang Dungu #shorts #trending
01:12
Video thumbnail
Bikin Rocky Gerung Nyengir, Menteri Hukum Blak-blakan: Kalau Saya Salah, Saya Dibilang Dungu
10:42
Video thumbnail
Mahfud MD Mendadak Tiru Gaya Pidato Pemimpin, Ucapannya Bikin Ngakak
08:34
Video thumbnail
Revisi UU Pemilu Diminta Wajibkan Pengalaman Jadi RT #shorts #trending
02:08
Video thumbnail
BNPB Ungkap Kondisi Terkini Titik Api di Kalimantan dan Papua
09:12
Video thumbnail
Bahlil Warning Danantara, Jangan Tergoda Lobi, Indonesia Belum Mau Ekspor Listrik ke Negara Tetangga
01:36

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER