Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Ancaman Kemunduran Demokrasi akibat Pelibatan TNI dalam Pengamanan Demonstrasi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak Tentara Nasional Indonesia (TNI) segera menarik prajurit yang ditempatkan untuk mengamankan aksi demonstrasi. Desakan tersebut disampaikan menyusul terpantau adanya prajurit TNI di sejumlah titik aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), gang-gang, dan beberapa lokasi demonstrasi di Jakarta pada Rabu (28/10/2026).

Koalisi menilai kehadiran prajurit TNI dalam pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum berpotensi mengaburkan batas antara fungsi pertahanan negara dan keamanan dalam negeri. Penempatan personel militer di ruang sipil, menurut mereka, juga berisiko menimbulkan intimidasi serta membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan kritik.

- Advertisement -

Dalam pernyataan tertulisnya, koalisi menyebut pelibatan TNI dalam pengamanan demonstrasi perlu dikaji berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025. Mereka menegaskan bahwa tugas utama TNI adalah menyelenggarakan pertahanan negara, bukan menghadapi masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi.

Koalisi juga menyoroti pembagian kewenangan antara TNI dan Polri sebagaimana menjadi bagian dari agenda Reformasi 1998. Menurut mereka, fungsi pertahanan negara berada di bawah kewenangan TNI, sedangkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum merupakan tugas Polri.

Selain itu, koalisi mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dijamin dalam Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

- Advertisement -

Atas dasar tersebut, koalisi meminta pengamanan demonstrasi dilakukan dengan menghormati hak konstitusional warga negara. Mereka menilai aksi damai tidak seharusnya diperlakukan sebagai ancaman militer yang memerlukan pengerahan tentara.

Koalisi juga mengingatkan pengalaman pada masa Orde Baru ketika militer memiliki peran luas dalam kehidupan sipil dan politik. Menurut mereka, keterlibatan kembali tentara dalam pengamanan demonstrasi berisiko menghidupkan pendekatan militeristik dan menjadi kemunduran bagi demokrasi serta supremasi sipil.

Melalui pernyataan yang dirilis di Jakarta pada 28 Oktober 2026, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak TNI segera menarik prajurit dari pengamanan aksi massa dan tidak menggunakan kekuatan bersenjata untuk menghadapi demonstran.

Pernyataan tersebut didukung sejumlah organisasi masyarakat sipil, antara lain Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Imparsial, KontraS, Amnesty International Indonesia, WALHI, Indonesia Corruption Watch (ICW), LBH Jakarta, SETARA Institute, LBH Pers, ELSAM, PBHI, AJI Indonesia, dan berbagai organisasi lainnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KPK Periksa Enam Saksi Kasus Suap DJKA

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan perkara dugaan korupsi berupa suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Tak Main-Main, Mentan Amran Serukan Hukuman Berat bagi Mafia Beras Oplosan #shorts #trending
01:58
Video thumbnail
Tak Main-Main, Mentan Amran Serukan Hukuman Berat bagi Mafia Beras Oplosan
09:03
Video thumbnail
Beda dari Biasanya Begini Gaya Santai Hakim MK Saldi Isra Saat Ngopi Bareng Bareng Anak Muda
09:49
Video thumbnail
Bahlil Tak Main-Main, Tindak Pejabat Migas yang Masih Main Belakang #shorts #trending
01:25
Video thumbnail
Bahlil Tegas ke Jajaran Ditjen Migas: Main Bawah Tangan, Saya Selesaikan
08:31
Video thumbnail
Harga Pakan Melambung, Mentan Perintahkan Satgas Sisir Perusahaan Penjual #shorts #trending
01:10
Video thumbnail
Mentan Perintahkan Satgas Sisir Perusahaan Penjual Pakan Mahal
08:28
Video thumbnail
DPR Diminta Jangan Gegabah, Perampasan Aset Bisa Jadi Masalah Jika Tanpa Pengawasan Ketat
08:08
Video thumbnail
Semua Bisa Dapat Gaji Rp20 Juta Perbulan Tanpa Kerja, Kok Bisa?
01:28
Video thumbnail
Mentan Amran Ungkap Kekuatan Energi RI, Pengurangan Gas Bikin Negara Tetangga Uring-uringan
09:46
Video thumbnail
Semua Dapat Gaji Rp20 Juta Perbulan Kalau Korupsi Pertambangan Disikat Habis #shorts #titipanrakyat
01:36
Video thumbnail
BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik, Ketergantungan Impor LPG Bisa Ditekan #shorts #trending
01:57
Video thumbnail
Gebrakan BRIN, Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik, Berpotensi Hemat Impor LPG
09:52
Video thumbnail
Sabu 1,2 Ton di Aceh Terungkap, Polri Bidik Pemodal dan Dalang Jaringan Narkoba #shorts #trending
01:49
Video thumbnail
Bukan Cuma Pengedar, Polri Buru Pemodal dan Pengendali Lab Sabu 1,2 Ton di Aceh
10:31
Video thumbnail
Uang Dikeluarkan, Tapi Adakah Makanan MBG Yang Terbuang? #shorts #trending #titipanrakyat
00:49
Video thumbnail
Peternak Muda Grogi di Hadapan Mentan Amran, Staf Pertanian Cantik Dipanggil #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Momen Kocak, Peternak Muda Grogi di Depan Mentan Amran, Staf Cantik Ikut Dipanggil
12:05
Video thumbnail
Titipan Rakyat ke Presiden Prabowo, 155 Juta Semi Pengangguran #shorts #trending
01:21
Video thumbnail
Mahfud MD Ungkap Pengalaman Orang Daerah soal Program MBG
08:25

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER