48 Personel Polri Perkuat Cegah Karhutla Kalteng

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menerima tambahan 48 personel bantuan kendali operasi (BKO) dari Satgas Edukasi Karhutla Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.

Tambahan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah wilayah hukum Polres jajaran Polda Kalimantan Tengah. Mereka ditugaskan membantu kepolisian memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan karhutla di tingkat daerah.

- Advertisement -

Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol Yosi Muhamartha mengatakan keberadaan personel BKO menjadi bagian dari langkah kepolisian untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama periode rawan karhutla.

Menurut Yosi, pendekatan edukasi menjadi salah satu prioritas karena pencegahan kebakaran tidak hanya bergantung pada penanganan ketika api sudah muncul. Masyarakat perlu memahami risiko pembakaran lahan serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

“Puluhan personel tersebut akan diperbantukan ke sejumlah Polres jajaran Polda Kalteng untuk menjalankan tugas edukasi kepada masyarakat,” kata Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol Yosi Muhamartha di Palangka Raya, Sabtu.

- Advertisement -

Materi edukasi akan diarahkan pada pencegahan dan penanganan karhutla. Kepolisian mendorong masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan, terutama di tengah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Selain memperkuat jumlah personel, Polda Kalimantan Tengah juga mendapatkan dukungan berupa berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pencegahan serta pemadaman kebakaran di lapangan.

Peralatan tersebut nantinya didistribusikan kepada Polres jajaran. Dengan dukungan peralatan, kepolisian diharapkan dapat bergerak lebih cepat ketika menemukan titik api maupun lokasi yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.

“Seluruh bantuan sarpras ini akan langsung kami distribusikan ke Polres jajaran agar upaya pencegahan dan pemadaman api di lapangan dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Yosi menjelaskan sebagian bantuan telah tiba di wilayah Kalimantan Tengah. Sementara itu, sejumlah peralatan lainnya masih dalam proses pengiriman melalui Bandara Banjarmasin sebelum selanjutnya didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan.

Menurutnya, dukungan personel dan peralatan menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman karhutla yang dapat berdampak luas. Penanganan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan keselamatan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat apabila asap menyebar ke kawasan permukiman dan fasilitas publik.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian kepolisian adalah transportasi udara. Asap pekat akibat karhutla dapat menurunkan jarak pandang dan berpotensi mengganggu operasional penerbangan.

Yosi mengingatkan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sebagai salah satu pintu utama transportasi udara di Kalimantan Tengah harus tetap terjaga dari dampak kabut asap.

“Bandara merupakan pintu utama transportasi Kalteng. Jangan sampai penerbangan terganggu atau bandara ditutup akibat asap karhutla,” katanya.

Karena itu, kepolisian meminta seluruh jajaran meningkatkan pengawasan terhadap wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Upaya pencegahan juga harus dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Yosi menekankan penanganan karhutla perlu dilakukan secara maksimal agar dampak asap tidak meluas dan mengganggu aktivitas warga. Selain transportasi, kualitas udara yang buruk juga dapat memengaruhi kegiatan pendidikan, pekerjaan, serta aktivitas sosial masyarakat.

Hingga Jumat, kondisi penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya masih berlangsung normal dan kondusif. Kepolisian berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan dengan memperkuat pencegahan sejak dini.

Masyarakat juga diminta mengambil peran dalam mencegah munculnya titik api. Salah satu langkah yang ditekankan adalah menghindari pembakaran lahan yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran tidak terkendali.

Polda Kalimantan Tengah memastikan tambahan personel dan sarana prasarana akan dimanfaatkan untuk memperkuat kegiatan di lapangan. Edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar pencegahan karhutla dapat dilakukan sebelum api meluas.

Kepolisian juga mengingatkan bahwa dampak karhutla dapat melampaui lokasi kebakaran. Asap yang terbawa angin berpotensi mengganggu kualitas udara dan aktivitas warga di wilayah yang jauh dari titik api.

Dengan penguatan personel, distribusi peralatan, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat, Polda Kalimantan Tengah menargetkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dapat semakin ditingkatkan. Pencegahan sejak dini diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus menjaga kelancaran transportasi dan aktivitas masyarakat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

DPR Bongkar Lemahnya Posisi Masyarakat dalam Konflik Agraria

JCCNetwork.id- Persoalan agraria kembali menjadi sorotan di DPR RI. Dalam Rapat Dengar Pendapat atau RDP dan Rapat Dengar Pendapat Umum atau RDPU bersama Kabareskrim...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Jambi Jadi Prioritas OMC Karhutla

Rumah Terbakar di Pondok Labu

Fortuna Sittard Tekuk Groningen

110 Ribu Warga NTT Masih Mengungsi

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp