Rupiah Tertekan, Pemerintah Bantah Fiskal Bermasalah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat lebih banyak dipicu sentimen negatif di pasar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi domestik.

Menurut Purbaya, berbagai spekulasi dan rumor yang berkembang di kalangan pelaku pasar telah memengaruhi persepsi investor terhadap mata uang Indonesia.

- Advertisement -

Meski demikian, pemerintah meyakini kondisi ekonomi nasional masih cukup solid untuk menjaga stabilitas jangka panjang.

“Banyak isu di pasar yang membuat sentimen terhadap rupiah menjadi negatif,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Ia menegaskan pemerintah terus berupaya memperkuat fondasi ekonomi melalui pengelolaan fiskal yang prudent.

- Advertisement -

Purbaya menolak anggapan bahwa pelemahan rupiah berkaitan dengan memburuknya kondisi fiskal negara.

Hingga Mei 2026, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat sekitar 0,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Selain itu, pemerintah mencatat surplus primer positif dan pertumbuhan penerimaan pajak lebih dari 22 persen secara tahunan.

“Kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah analis melihat tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor psikologis pasar.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai penyusutan surplus neraca perdagangan turut menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan mata uang domestik.

“Jadi kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngaur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kita makin bagus,” katanya.
Data perdagangan menunjukkan surplus Indonesia pada April 2026 hanya mencapai 89,1 juta dolar AS, level terendah dalam enam tahun terakhir.

Kondisi tersebut mencerminkan melambatnya kontribusi sektor eksternal terhadap perekonomian nasional.

Selain menekan rupiah, perkembangan tersebut juga dinilai memengaruhi pergerakan pasar saham domestik.

Nafan menyebut investor saat ini juga menunggu dampak rebalancing indeks FTSE Russell yang akan berlaku efektif pada 22 Juni mendatang.

Dari faktor global, perhatian pasar tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dipandang akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Sementara itu, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti meningkatnya ketidakpastian geopolitik sebagai faktor tambahan yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel dinilai mendorong penguatan dolar AS serta meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global

Di dalam negeri, inflasi tahunan pada Mei 2026 tercatat mencapai 3,08 persen.

Pada periode yang sama, surplus neraca perdagangan menyusut menjadi 89,1 juta dolar AS, meski Indonesia masih mempertahankan tren surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut.

“Selain pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang menyentuh level Rp 17.922, penyusutan surplus neraca perdagangan menunjukkan adanya perlambatan kontribusi sektor eksternal dan menjadi penahan laju penguatan IHSG,” ujar Nafan.

Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia juga menunjukkan pasar mulai menaruh perhatian lebih besar pada aspek kredibilitas kebijakan dan tingkat kepercayaan investor.

Sejak awal tahun, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp66,2 triliun, sementara nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp17.953 per dolar AS.

Meski menghadapi tekanan dari faktor domestik dan global, pemerintah tetap optimistis rupiah memiliki peluang menguat dalam beberapa waktu ke depan.

Purbaya menilai implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) berpotensi memberikan dukungan tambahan terhadap stabilitas nilai tukar mulai akhir Juni 2026.

“Harusnya akhir bulan sudah mulai kelihatan penguatannya,” harapnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kepala BGN Baru Diminta Perkuat Pengawasan MBG

JCCNetwork.id- Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat perhatian dari Komisi IX DPR RI. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta...
KONTEN VIDEO

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER