Trump Ancam Eskalasi Serangan Jika Iran Tolak Kesepakatan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Pernyataan terbaru dari Donald Trump menyoroti kemungkinan penghentian konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, dengan syarat Teheran menerima kesepakatan yang tengah dibahas.

Melalui unggahan di akun Truth Social pada Rabu, Trump menyatakan bahwa kelanjutan maupun penghentian operasi militer bergantung pada sikap Iran terhadap proposal tersebut.

- Advertisement -

Ia menyebut operasi yang dinamai “Epic Fury” dapat diakhiri apabila kesepakatan tercapai.

“Dengan asumsi Iran menyetujui apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar, maka ‘Epic Fury’ yang sudah melegenda akan berakhir, dan blokade yang sangat efektif akan memungkinkan Selat Hormuz terbuka untuk semua, termasuk Iran,” kata Trump.

 

- Advertisement -

Trump mengindikasikan bahwa berakhirnya operasi militer juga akan berdampak pada pembukaan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi titik krusial dalam dinamika konflik kawasan.

“dengan tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi” dibanding sebelumnya.

Meski demikian, Trump tidak memaparkan secara rinci isi kesepakatan yang dimaksud, termasuk tuntutan yang diajukan kepada Iran maupun tahapan lanjutan dari operasi militer tersebut.

Ia juga memperingatkan bahwa penolakan dari pihak Iran dapat memicu eskalasi lanjutan.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa serangan berpotensi dilanjutkan dengan tingkat dan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi distribusi energi global karena menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Setiap gangguan di kawasan ini dinilai berisiko besar terhadap stabilitas pasokan energi dunia serta keamanan regional.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

RSUD Bekasi Tangani Korban Insiden Kereta Timur

JCCNetwork.id-Lima hari setelah insiden tabrakan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur, sebanyak 16 korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi, Jumat (1/5/2026). "(Untuk...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER