JCCNetwork.id- Sejumlah perjalanan kereta api (KA) jarak jauh masih belum dapat dioperasikan pada Rabu, 29 April 2026, menyusul dampak kecelakaan fatal yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang dan memicu gangguan serius terhadap operasional perkeretaapian nasional.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan pembatalan dilakukan sebagai langkah antisipatif guna memastikan keselamatan perjalanan kereta serta memberikan ruang bagi proses pemulihan infrastruktur dan investigasi. Hingga saat ini, sejumlah rute utama yang melayani berbagai kota besar di Pulau Jawa masih terdampak.
Adapun daftar perjalanan KA yang dibatalkan meliputi KA Ambarawa Ekspres relasi Surabaya–Semarang, KA Banyubiru relasi Solo–Semarang, KA Brantas rute Pasar Senen–Blitar, hingga KA Jayakarta dan Majapahit yang melayani lintas Jakarta–Malang dan Jakarta–Surabaya. Selain itu, pembatalan juga mencakup KA Bogowonto, KA Parahyangan, KA Bangunkarta, KA Purwojaya, KA Manahan, serta KA Argo Anjasmoro, termasuk beberapa perjalanan tambahan.
Gangguan operasional ini berdampak luas terhadap mobilitas penumpang, terutama pada jalur-jalur padat yang menghubungkan ibu kota dengan kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sejumlah calon penumpang terpaksa melakukan penjadwalan ulang perjalanan atau beralih ke moda transportasi lain.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa perusahaan terus berupaya melakukan normalisasi layanan secara bertahap. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap proses pemulihan.
“KAI berkomitmen memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan, termasuk proses pengembalian bea tiket bagi perjalanan yang dibatalkan sebesar 100%. Informasi akan terus kami perbarui secara berkala,” pungkasnya.
KAI juga menyatakan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mempercepat penanganan pascakecelakaan serta memastikan jalur dapat kembali dioperasikan dengan aman. Sementara itu, proses investigasi terhadap penyebab kecelakaan masih berlangsung.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari KAI sebelum melakukan perjalanan, mengingat potensi perubahan jadwal masih dapat terjadi seiring proses pemulihan yang berjalan.



