JCCNetwork.id-Harga emas dunia menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat (17/4/2026) waktu Jakarta, didorong oleh meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Optimisme tersebut meredakan kekhawatiran inflasi sekaligus memperbesar peluang penurunan suku bunga oleh bank sentral AS.
Mengutip CNBC, harga emas berjangka AS naik 0,6% menjadi USD 4.816,14 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan.
Sementara itu, kontrak emas untuk pengiriman Juni tercatat menguat 0,3% ke posisi USD 4.838,10 per ons.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, menyatakan bahwa meredanya ketegangan geopolitik turut menekan risiko inflasi.
Kondisi ini dinilai membuka ruang bagi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga pada akhir tahun, yang pada akhirnya menopang permintaan terhadap logam mulia.
Optimisme pasar juga dipicu oleh laporan bahwa mediator dari Pakistan telah mencapai kemajuan dalam menyelesaikan sejumlah isu krusial terkait konflik Iran. Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan bahwa persoalan program nuklirnya masih belum menemukan titik terang.
Sebelumnya, harga emas sempat mengalami tekanan ketika konflik antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari.
Lonjakan harga energi kala itu meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong pelaku pasar menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga. Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas sebagai aset tanpa imbal hasil cenderung kurang diminati.
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga AS mencapai 36% pada tahun ini. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebutkan bahwa ekonomi AS diperkirakan melambat pada kuartal berjalan akibat dampak konflik, namun tetap berada dalam kondisi yang solid dan berpotensi pulih.
Ia juga menilai bahwa kenaikan harga minyak belum memberikan tekanan signifikan terhadap ekspektasi inflasi.
Di pasar logam lainnya, harga perak naik 0,3% menjadi USD 79,27 per ons. Laporan Silver Institute dan Metals Focus menunjukkan pasar perak tengah menuju tahun keenam defisit struktural, dengan penarikan stok mencapai 762 juta ons troy sejak 2021. Kondisi ini meningkatkan risiko krisis likuiditas baru meskipun prospek permintaan melemah.
Sementara itu, harga platinum tercatat naik 0,9% menjadi USD 2.129,55 per ons, dan palladium menguat 0,3% ke level USD 1.578,06 per ons.























