Kunjungan ke Rusia, Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (13/4) dalam rangka kunjungan kerja ke Rusia. Agenda utama kedua kepala negara tersebut adalah pembicaraan empat mata yang akan digelar di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg.

“Pada 13 April, Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengadakan pembicaraan di Moskow dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, yang akan melakukan kunjungan kerja ke negara kami,” tulis rilis resmi Kremlin, dikutip Senin (13/4).

- Advertisement -

Informasi resmi dari Kremlin menyebutkan bahwa pertemuan ini akan difokuskan pada evaluasi hubungan strategis antara Indonesia dan Rusia sekaligus membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor. Selain itu, kedua pemimpin juga akan bertukar pandangan terkait dinamika global dan isu-isu regional yang tengah berkembang.

Kunjungan ini menandai intensitas komunikasi diplomatik yang terus meningkat antara Jakarta dan Moskow. Sejak menjabat sebagai presiden, Prabowo tercatat telah tiga kali melakukan lawatan ke Rusia. Sebelumnya, ia bertemu Putin di Moskow pada Desember 2025 serta di St. Petersburg pada Juni 2025.

Dalam sejumlah pertemuan terdahulu, sektor energi menjadi salah satu fokus utama kerja sama kedua negara. Indonesia dan Rusia telah menyepakati penguatan kolaborasi di bidang energi baru dan terbarukan, termasuk pengembangan teknologi nuklir untuk kepentingan sipil. Pada kesempatan sebelumnya, Putin menyatakan komitmen negaranya untuk mendukung Indonesia dalam pengembangan energi nuklir damai sebagai bagian dari diversifikasi sumber energi nasional.

- Advertisement -

“Kami siap bekerja sama dengan Indonesia di bidang energi nuklir untuk tujuan damai,” ujar Putin kala itu.

Pertemuan kali ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Konflik di kawasan Teluk yang berdampak pada terganggunya jalur distribusi energi, termasuk di Selat Hormuz, turut memicu kekhawatiran akan stabilitas pasokan minyak dunia.

Pemerintah Indonesia memandang situasi ini sebagai tantangan serius yang membutuhkan langkah diplomasi aktif. Sebelum bertolak ke Rusia, Presiden Prabowo juga telah melakukan kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan guna memperkuat koordinasi internasional dalam menghadapi potensi krisis energi global.

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dengan berbagai negara mitra di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, kerja sama lintas negara menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya dalam sektor energi yang saat ini menghadapi tekanan besar akibat dinamika geopolitik dunia.

“Di tengah ketidakpastian global, Indonesia harus menjalin komunikasi dengan berbagai negara untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya sektor energi,” tandas Prabowo, dilansir Antara.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BYD Percepat Ekspansi EV Lewat Infrastruktur dan Denza

JCCNetwork.id-Perusahaan otomotif asal Tiongkok, BYD, mengumumkan rencana pembangunan 6.000 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) berteknologi supercepat di berbagai negara. Sekitar 3.000 unit di antaranya...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER