JCCNetwork.id- Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al Habsyi, melontarkan kritik keras terhadap penanganan kejahatan narkoba dalam rapat kerja bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang digelar pada Senin (26/1/2026).
Dalam forum tersebut, Aboe mengungkapkan data yang ia miliki terkait pengungkapan kasus narkotika secara nasional. Hingga Oktober 2026, Mabes Polri bersama jajaran di daerah telah mengungkap 38.934 kasus narkoba dari berbagai wilayah di Indonesia.
Ia juga menyoroti besarnya barang bukti narkotika yang berhasil disita aparat penegak hukum. Berdasarkan akumulasi nasional sepanjang 2025, total narkoba yang diamankan mencapai sekitar 590 ton, hasil pengungkapan dari berbagai jaringan kriminal, baik skala kecil hingga besar.
Namun demikian, Al Habsyi menilai penanganan kasus narkoba tidak cukup hanya berhenti pada angka pengungkapan dan penyitaan barang bukti. Ia mendorong Polri untuk bertindak lebih tegas dengan menargetkan aktor utama dalam jaringan peredaran narkoba.
“Kalau soal narkoba ini, saran saya jangan banyak basa-basi. Hajar saja bos-bosnya. Tunjukkan ke masyarakat,” tegasnya.
Al Habsyi menekankan bahwa langkah tegas terhadap bandar besar dan pengendali jaringan narkotika penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang selama ini terus mengancam generasi muda dan stabilitas sosial nasional.
























