Tren Influenza H3N2 Nasional Terus Menurun

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan perkembangan kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai Super Flu di Indonesia masih berada dalam kondisi terkendali. Meskipun subclade tersebut telah terdeteksi di 13 provinsi, tren kasus influenza secara nasional justru menunjukkan penurunan memasuki awal tahun 2026.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa virus Influenza A (H3N2) bukanlah jenis virus baru. Menurutnya, virus tersebut merupakan bagian dari influenza musiman yang secara rutin beredar setiap tahun di berbagai negara, termasuk Indonesia.

- Advertisement -

“H3N2 merupakan bagian dari influenza musiman. Pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah dilaporkan di 80 negara, termasuk Indonesia dengan kasus pertama terdeteksi pada M36. Namun berdasarkan hasil pemantauan, tren kasus influenza di Indonesia telah menurun sehingga masyarakat tidak perlu panik,” kata Prima dikutip pada Senin, 26 Januari 2026.

Berdasarkan data Kemenkes, sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 tercatat sebanyak 74 kasus Influenza A(H3N2) subclade K dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa. Temuan kasus terbanyak berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Puncak kasus tercatat terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025, kemudian mengalami penurunan signifikan sejak minggu ke-44. Bahkan, tidak ditemukan penambahan kasus baru subclade K mulai minggu ke-52 tahun 2025.

Kemenkes juga mencatat bahwa sebagian besar pasien influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh tanpa perawatan khusus. Adapun kasus dengan kondisi berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lanjut usia dan individu dengan penyakit penyerta atau komorbid.

- Advertisement -

Prima menjelaskan, laporan kematian pada pasien influenza biasanya tidak disebabkan langsung oleh virus influenza itu sendiri, melainkan dipicu oleh kondisi komorbid yang memperburuk keadaan kesehatan pasien.

“Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama, tetapi dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil, terutama pada pasien lansia dengan komorbid,” jelas dia.

Untuk memastikan situasi tetap terkendali, Kemenkes terus menjalankan surveilans influenza secara aktif di fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, serta pintu masuk negara. Upaya tersebut mencakup pemeriksaan laboratorium hingga analisis genom virus guna mendeteksi kemungkinan perubahan signifikan pada karakter virus.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Penggunaan masker dianjurkan bagi individu yang sedang sakit, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit penyerta. Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala influenza yang berat.

Sebagai langkah pencegahan, vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi, tetap dianjurkan guna menekan risiko penularan dan komplikasi akibat influenza musiman.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pasar Senen Jadi Fokus Pengawasan DPRD

JCCNetwork.id-Komisi B DPRD DKI Jakarta akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Ibu Kota untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER