JCCNetwork.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjadi sorotan publik setelah elektabilitasnya melejit dalam berbagai survei nasional.
Lembaga riset IndexPolitica Indonesia mencatat, nama Purbaya menempati posisi kedua dalam kategori elektabilitas calon presiden 2029, tepat di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Dalam survei tersebut, Prabowo meraih dukungan sebesar 40,12 persen, sementara Purbaya memperoleh 22,50 persen.
Di bawah keduanya, terdapat nama Anies Baswedan (13,40 persen), Ganjar Pranowo (7,12 persen), serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (4,80 persen).
Fenomena peningkatan cepat elektabilitas Purbaya ini bahkan dijuluki “Purbaya Effect” oleh Direktur Eksekutif IndexPolitica, Denny Charter.
“Dalam waktu singkat, Purbaya berhasil meraih popularitas tinggi melalui kebijakan dan tindakannya sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan,” ujar Denny dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10/2025).
Pengamat politik Rocky Gerung menilai lonjakan elektabilitas Purbaya bukan hal yang kebetulan. Ia menduga, gaya komunikasi dan manuver sensasional yang ditunjukkan Purbaya merupakan bagian dari strategi politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
“Pak Purbaya berusaha langsung tiba di puncak tanpa aklimatisasi. Tapi kalau tidak hati-hati, daya tariknya bisa cepat meredup,” kata Rocky dalam kanal YouTube Deddy Sitorus, Selasa (28/10/2025).
Rocky menambahkan, gaya komunikasi Purbaya yang ceplas-ceplos memang memikat perhatian publik, namun langkah itu berisiko jika tidak diimbangi dengan dukungan politik yang kuat.
“Prabowo tentu tidak akan membiarkan para menteri teknisnya dikerjai Purbaya. Ia tidak punya partai, kecuali berusaha masuk ke Partai Gajah untuk mendapat dukungan politik,” ujarnya.
Ia bahkan menyindir gaya Purbaya yang dianggap “sok jago”, dengan menyamakannya pada tokoh dalam film lawas Koboi Cengeng.
“Tapi karena publik kita sedang FOMO politik, yang tampil sensasional langsung jadi idola,” sindir Rocky.
Menanggapi sorotan publik dan hasil survei yang menempatkannya di posisi tinggi, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tidak tertarik terjun ke dunia politik.
“Saya nggak tahu ada tawaran dari partai. Saya nggak tertarik politik, saya mau kerja saja,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/10/2025), dikutip.
Ketika ditanya kembali soal elektabilitasnya yang terus meningkat, Purbaya enggan berkomentar lebih jauh dan hanya menegaskan, “Saya nggak tertarik politik.”
Purbaya sebelumnya dikenal dengan gaya komunikasinya yang lugas dan ceplas-ceplos, yang ia sebut sebagai bentuk transparansi kepada publik.













