JCCNetwork.id- Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi prioritas utamanya dalam melanjutkan karier kepelatihan, meski saat ini dirinya tengah menerima sejumlah tawaran dari klub dan tim nasional lain.
Pernyataan tersebut disampaikan Shin dalam wawancara eksklusif bersama kanal YouTube Goal Post, sebagaimana dikutip dari Sports Khan. Pelatih asal Korea Selatan itu mengaku memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan Indonesia setelah empat tahun menangani skuad Garuda.
“Jika Indonesia menawarkan saya (posisi pelatih), saya pasti akan mempertimbangkannya sebagai pilihan pertama saya,” kata Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong saat ini berstatus bebas setelah dipecat Ulsan HD.
“Sebagai pelatih, saya terbuka untuk pindah ke mana pun jika ada tawaran bagus.”
“Sekalipun ada tim yang menawarkan kondisi yang sama atau lebih baik, Indonesia akan selalu menjadi prioritas utama saya,” sambungnya.
Shin Tae-yong saat ini berstatus tanpa klub setelah resmi berpisah dengan Ulsan HD, tim Liga Korea Selatan yang memutus kontraknya beberapa waktu lalu. Situasi tersebut membuka peluang bagi pelatih berusia 53 tahun itu untuk kembali menukangi Timnas Indonesia, yang kini sedang mengalami kekosongan posisi pelatih kepala.
Kursi pelatih Garuda kosong setelah Patrick Kluivert dan jajaran asistennya resmi dilepas oleh PSSI melalui kesepakatan bersama. Keputusan itu diambil menyusul hasil buruk Timnas Indonesia pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, di mana Indonesia gagal meraih poin penuh dalam dua laga terakhirnya.
Dalam pertandingan tersebut, Timnas Indonesia kalah 2–3 dari Arab Saudi dan 0–1 dari Irak, hasil yang membuat peluang melangkah ke putaran selanjutnya tertutup.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari PSSI, peluang Shin Tae-yong untuk kembali menukangi Indonesia disebut-sebut cukup besar. Pasalnya, mantan pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu masih memiliki hubungan baik dengan sejumlah pemain serta dinilai memahami karakter sepak bola Indonesia dengan baik.
Jika benar kembali, Shin diharapkan dapat melanjutkan proyek jangka panjang yang sempat ia rintis, termasuk pengembangan pemain muda dan peningkatan performa tim nasional di level Asia.



