JCCNetwork.id- Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) secara tegas membongkar praktik permainan kepentingan dan aliran dana ilegal yang melingkupi aktivitas pertambangan di kawasan Parung Panjang. Pernyataan ini disampaikannya saat menerima perwakilan korban kecelakaan truk tambang di kantornya, Rabu (22/11).
KDM mengungkapkan, aktivitas tambang yang merugikan masyarakat justru dilanggengkan oleh sejumlah tokoh dan aktivis yang diduga ikut menikmati aliran dana dari bisnis tersebut. Ia menuding mereka yang seharusnya membela rakyat justru menjadikan pertambangan sebagai mata pencaharian.
“Seringkali tokoh-tokohnya, aktivis-aktivisnya malah ikut ke sana. Aktivis-aktivisnya, tokoh-tokohnya ikut ke sana dan menjadikan sebagai mata pencarian,” kata Dedi Mulyadi dalam video diunggah akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Akibat permainan ini, keresahan warga diabaikan. Gubernur menyoroti penderitaan masyarakat, terutama ibu-ibu dan anak sekolah, yang harus bergumul dengan maut setiap hari di jalan Parung Panjang yang dipadati truk-truk besar. Ia menyatakan masyarakat mengalami depresi tinggi dan merasa tidak berdaya menghadapi kekuatan para penambang dan pemilik truk.



