JCCNetwork.id –Perjalanan kereta cepat Whoosh Jakarta-Bandung kembali terganggu, Minggu (24/8) malam. Kali ini, kereta tertahan di depan salah satu terowongan antara Stasiun Tegalluar Summarecon dan Padalarang akibat benang layang-layang yang tersangkut pada jaringan Listrik Aliran Atas (Overhead Catenary System/OCS).
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan langkah penghentian sementara dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur Keselamatan untuk memastikan perjalanan tetap aman.
“Langkah penghentian sementara harus dilakukan sesuai SOP Keselamatan demi menjamin perjalanan tetap aman,” ujar Eva di Jakarta, Senin (25/7/2025).
Kejadian terjadi sekitar pukul 19.34 WIB saat masinis KA G1053 melaporkan adanya benang layang-layang yang tersangkut di OCS.
Train Control (TC) segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan menurunkan pantograph, membatasi kecepatan kereta, dan meningkatkan pengawasan terhadap kereta yang melintas di area tersebut.
Sekitar pukul 20.21 WIB, KA G1060 dihentikan di KM 111+330 untuk menurunkan petugas Power Supply yang langsung mengevakuasi benang layang-layang secara manual.
Lima menit kemudian, tepatnya pukul 20.26 WIB, aliran listrik kembali normal, dan pada pukul 20.29 WIB kereta dapat melanjutkan perjalanan.
“Penanganan cepat ini menunjukkan kesiapan KCIC dalam menjaga keselamatan sekaligus memastikan perjalanan kembali normal,” tambah Eva.
KCIC mengimbau masyarakat untuk tidak bermain atau menerbangkan layang-layang di sekitar jalur kereta cepat. Aktivitas ini berisiko tinggi karena dapat menimbulkan gangguan teknis, penghentian perjalanan, bahkan potensi kecelakaan.
Saat ini, regulasi khusus atau Peraturan Pemerintah yang melarang bermain layang-layang di dekat jalur kereta cepat masih dalam proses pembahasan oleh seluruh stakeholder.
Meski demikian, KCIC memperkuat sinergi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa melalui patroli gabungan di Kecamatan Padalarang, Cimahi Tengah, Bandung Kulon, Bojongloa Kidul, dan Bandung Kidul.
Patroli ini dilakukan untuk pemantauan, edukasi, imbauan, serta pelarangan langsung terhadap masyarakat yang kedapatan bermain layang-layang agar kesadaran kolektif terhadap keselamatan perjalanan Whoosh meningkat.



