Dari Bos Pertamina Jadi Tersangka! Riva Siahaan Terjerat Skandal BBM Triliunan!

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Nama Riva Siahaan, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, mendadak jadi sorotan publik. Bukan karena prestasi, melainkan karena statusnya sebagai tersangka dalam kasus manipulasi tata niaga minyak mentah. Ia diduga terlibat dalam praktik ilegal mengubah BBM RON 90 menjadi RON 92, yang akhirnya merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Sejak kabar ini mencuat, media sosial langsung dibanjiri meme, hujatan, dan spekulasi. Warganet ramai-ramai menyeret namanya di berbagai platform, mulai dari X, Instagram, hingga kolom komentar di YouTube. Sosok yang dulu dipandang sebagai pemimpin di sektor energi, kini menghadapi badai besar yang bisa mengubah perjalanan kariernya selamanya.

- Advertisement -

Riva Siahaan bukan orang baru di dunia bisnis dan energi. Ia adalah lulusan Manajemen Ekonomi dari Universitas Trisakti, lalu melanjutkan pendidikan magister di Oklahoma City University, Amerika Serikat.

Kariernya dimulai dari dunia periklanan sebelum akhirnya bergabung dengan Pertamina pada tahun 2008 sebagai Key Account Officer. Sejak saat itu, ia terus naik jabatan, menangani berbagai posisi strategis di perusahaan pelat merah tersebut. Dari Senior Bunker Officer, Bunker Trader, hingga akhirnya dipercaya sebagai Corporate Marketing and Trading Director di Pertamina Patra Niaga pada 2021.

Kepercayaan itu semakin kuat ketika pada Juni 2023, melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), ia diangkat menjadi Direktur Utama Pertamina Patra Niaga.

- Advertisement -

Namun, siapa sangka, hanya dalam waktu kurang dari dua tahun, karier yang cemerlang itu berubah drastis setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam skandal BBM yang menghebohkan negeri ini.

Diketahui, penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung mengungkap praktik manipulasi BBM yang diduga melibatkan Riva Siahaan. Modusnya terbilang nekat Pertalite (RON 90) diduga diubah menjadi Pertamax (RON 92), lalu dijual dengan harga lebih tinggi.

Lebih dari itu, ada indikasi bahwa kapasitas kilang minyak dalam negeri sengaja diturunkan. Akibatnya, Indonesia justru harus bergantung pada impor minyak yang dikendalikan oleh broker tertentu. Mereka mendapat keuntungan besar, sementara negara merugi hingga Rp193,7 triliun.

Kini, pertanyaan besarnya: Apakah Riva Siahaan akan mengungkap pihak lain yang ikut terlibat? Atau akankah ia menghadapi kasus ini sendirian? Yang jelas, perjalanan kariernya telah berubah 180 derajat, dari pemimpin perusahaan energi ke sorotan utama dalam skandal keuangan terbesar di Indonesia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

4.151 Personel Amankan Aksi Mahasiswa di Monas

JCCNetwork.id- Kepolisian bersama unsur TNI mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER