Pengemudi Diduga Mabuk, Mobil Jadi Sasaran Amuk Warga

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.Id – Sebuah insiden terjadi di Jalan Panjang Arteri, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (27/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sebuah mobil berjenis sedan dengan nomor polisi B 1047 DOK yang melawan arah dikerumuni warga dan berakhir dirusak massa.

Video yang merekam kejadian tersebut viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @warga.jakbar. Dalam video itu, sejumlah warga tampak memukul bodi mobil dan memecahkan kaca bagian belakangnya. Sambil melampiaskan kekesalan, mereka berteriak mengecam aksi pengemudi yang diduga mabuk saat mengemudi.

- Advertisement -

“Jam segini orang mabuk lawan arah di (Jalan Panjang) Arteri,” kata seorang dalam video tersebut.

Meski dikerumuni massa dan diprotes, pengemudi mobil tidak menunjukkan reaksi apa pun. Dalam video itu, lampu belakang mobil terlihat masih menyala, namun kendaraan tidak bergerak sama sekali.

Kejadian ini berujung pada keributan, tetapi polisi berhasil meredam situasi. Hal ini dikonfirmasi oleh Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto. “Masalahnya sudah diselesaikan di Polsek Kebon Jeruk,” ungkap Hal Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, Minggu kemarin.

- Advertisement -

Saat ini, belum diketahui apakah pengemudi mobil tersebut dikenai sanksi hukum terkait pelanggaran lalu lintas yang dilakukannya. Namun, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran berkendara yang aman demi menghindari potensi konflik di jalan raya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Persib Bandung Hancurkan Sabah FC 3-0

JCCNetwork.id – Persib Bandung tampil meyakinkan dengan menaklukkan Sabah FC dengan skor telak 3-0 dalam laga Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Kapten I...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

PLN Pulihkan Listrik NTT Pascagempa

Paredes Pilih Bertahan di Boca

Harga Bright Gas Turun Mulai Hari Ini

Tragedi Migrasi Ceuta Belum Usai

Persib Tekuk Bali United 3-2

Garuda Pertiwi Juara Grup

Plesiran Menteri Picu Kontroversi