JCCNetwork.id- Gelombang laut tinggi yang menghantam kawasan Pantai Muaro Batang Kapas, Desa IV Koto Hilir, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, memaksa warga setempat menggunakan karung pasir untuk melindungi rumah mereka.
Dua rumah dilaporkan rusak akibat terjangan gelombang laut, sementara gudang penyimpanan hasil laut nelayan terendam air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan, dalam laporannya yang diterima Kamis (17/10), menyebutkan bahwa gelombang tinggi terjadi dua kali pada Rabu (16/10), yaitu pada pagi dan sore hari, bertepatan dengan pasangnya air laut.
Warga berupaya meminimalisir kerusakan dengan memasang karung-karung pasir di bagian depan rumah yang berada di tepi pantai.
Rekaman video amatir yang memperlihatkan terjangan gelombang laut tersebut beredar luas di media sosial, memperlihatkan dampak gelombang yang cukup signifikan terhadap pemukiman warga.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan tidak ada warga yang diungsikan.
BPBD Pesisir Selatan telah mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi nelayan, yang disarankan untuk tidak melaut sementara waktu.
Menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi gelombang tinggi masih akan berlangsung hingga dua hari ke depan.
Syrojudin, Ketua Tim Bidang Geofisika Potensial BMKG, menjelaskan bahwa fenomena Hunter Moon, yang mencapai puncaknya pada 17 Oktober 2024, mempengaruhi pasang surut air laut di wilayah Indonesia.
Hunter Moon membuat bulan tampak lebih besar karena berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi tahun ini, sehingga memperbesar dampak pasang laut.
Selain itu, analisis BMKG menunjukkan adanya daerah konvergensi angin yang memanjang dari perairan barat Sumatera Barat hingga Sumatera Utara, yang turut meningkatkan potensi terjadinya gelombang tinggi, pertumbuhan awan hujan, serta perubahan pola angin dengan kecepatan angin permukaan mencapai 46 km/jam.



