JCCNetwork.id- Paus Fransiskus menjalani serangkaian agenda padat pada hari kedua kunjungannya di Jakarta, yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Sejak tiba dari Roma kemarin siang, Paus langsung memasuki fase penting kunjungannya dengan beragam kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial tetapi juga diplomatik dan keagamaan.
Pada pagi ini, Paus Fransiskus dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Tepat pada pukul 09.30 WIB, Paus Fransiskus akan menghadiri Upacara Kedatangan di luar Istana Merdeka, yang dilanjutkan dengan kunjungan kehormatan kepada Presiden Joko Widodo pada pukul 10.00 WIB.
Pertemuan ini diharapkan akan menjadi momen penting bagi kedua pemimpin untuk membahas berbagai isu krusial, termasuk hubungan bilateral serta situasi global yang kian memanas. Salah satu fokus utama dalam pembicaraan diperkirakan adalah kondisi terkini di Palestina, mengingat Paus Fransiskus kerap menyerukan perdamaian di wilayah-wilayah konflik, seperti Palestina, Israel, Ukraina, dan Rusia.
“Paus Fransiskus senantiasa menggaungkan perbincangan mengenai perdamaian, baik itu di Palestina, dan di Israel, di Ukraina, dan Rusia, dan di berbagai macam tempat,” kata Rm. Thomas Ulun Ismoyo, perwakilan dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
“Saya yakin ada lobi-lobi diplomasi politik yang bisa dilakukan kedua (kepala) negara,” sambung Romo Ulun.
Selepas pertemuan dengan Presiden, pada pukul 10.35 WIB, Paus Fransiskus dijadwalkan bertemu dengan otoritas Indonesia, korps diplomatik, dan perwakilan organisasi masyarakat sipil di Istana Negara. Agenda ini menunjukkan pentingnya interaksi antara Vatikan dan berbagai elemen masyarakat Indonesia, dalam upaya memperkuat hubungan bilateral dan dialog lintas agama.
Setelah menyelesaikan serangkaian pertemuan di Istana Negara, Paus Fransiskus akan kembali ke kediamannya di Kedutaan Besar Vatikan di Indonesia pada pukul 11.30 WIB. Di sana, Paus akan bertemu dengan para anggota Jesuit (Serikat Yesus), sebuah ordo religius yang memiliki peran penting dalam sejarah Gereja Katolik.
Agenda Paus dilanjutkan pada sore hari pukul 16.30 WIB, di mana ia akan berkunjung ke Gereja Katedral Jakarta untuk bertemu dengan para uskup, pendeta, dan diakon. Pertemuan ini menjadi simbol penting bagi umat Katolik di Indonesia, menegaskan kedekatan Paus dengan komunitas Katolik setempat.
Hari yang penuh aktivitas ini akan ditutup dengan pertemuan Paus Fransiskus dengan anak-anak dari sekolah-sekolah Katolik di Grha Pemuda, Jakarta pada pukul 17.35 WIB. Pertemuan ini diperkirakan akan menjadi momen penuh kehangatan, mencerminkan perhatian Paus terhadap generasi muda dan pendidikan dalam ajaran Gereja Katolik.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Jakarta diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Vatikan dan Indonesia, serta menjadi momentum bagi terciptanya dialog yang konstruktif antara kedua negara, terutama dalam menghadapi tantangan global yang kompleks. @rudysamuel



