JCCNetwork.id- Wilayah pinggiran selatan Beirut, Lebanon, diguncang ledakan besar setelah serangan udara Israel, meningkatkan ketegangan antara Israel dan Hizbullah, lapor media setempat.
Serangan tersebut dilaporkan terjadi di sekitar markas Dewan Syura Hizbullah di Haret Hreik, menurut National News.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa drone Israel menyerang, menewaskan seorang wanita dan dua anak, serta melukai 69 orang lainnya, termasuk tiga warga dalam kondisi kritis.
Militer Israel mengakui serangan tersebut, mengklaim menargetkan Fuad Shukr, komandan Hizbullah yang diduga bertanggung jawab atas serangan di Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan, yang menewaskan 12 orang pada Sabtu (27/7).
Situs berita Axios mengutip pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya, menyebutkan Shukr juga dikenal sebagai Sayyid Muhsan, tangan kanan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah.
Militer Israel menuduh Shukr sebagai otak di balik serangan terhadap Israel sejak 8 Oktober, dan bertanggung jawab atas pembunuhan 12 anak di Majdal Shams.
Namun, Otoritas Penyiaran Israel (KAN) dan Channel 13 Israel belum mengonfirmasi keberhasilan eliminasi Shukr, mengutip sumber resmi Israel yang anonim.
Sekretaris Kabinet Israel, Yossi Fuchs, memerintahkan menteri untuk tidak mengomentari operasi tersebut hingga ada pernyataan resmi dari militer, sesuai arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Setelah serangan, Netanyahu mengunjungi Kementerian Pertahanan di Tel Aviv untuk melakukan penilaian keamanan dengan pejabat tinggi keamanan, menurut Yedioth Ahronoth.
Seorang pejabat senior Israel menyatakan, “tangan kanan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah dan penasihat Nasrallah untuk merencanakan dan mengarahkan operasi masa perang.”
Channel 13 juga melaporkan pernyataan pejabat tinggi Israel yang mengatakan,
“telah mengarahkan serangan Hizbullah terhadap Negara Israel sejak 8 Oktober, dan dia adalah komandan yang bertanggung jawab atas pembunuhan 12 anak di Majdal Shams di Israel utara pada Sabtu malam.”
“Apakah perang akan terjadi dengan Lebanon tergantung pada Hizbullah. Kami tidak berniat memulai perang regional,” kata seorang pejabat senior yang tidak disebutkan namanya.
Menteri Pertahanan Yoav Gallant menyatakan di X,“jika Hizbullah tidak menanggapi serangan di Beirut selatan, kami tidak akan melancarkan perang.”
“Hizbullah melewati garis merah.”
Sementara Israel menyalahkan Hizbullah atas serangan di Majdal Shams, kelompok Lebanon tersebut membantah tuduhan tersebut dan belum memberikan respons terhadap serangan Israel.



