JCCNetwork.id- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto, kini telah mendapatkan anggaran sebesar Rp71 triliun. Angka ini telah dikalkulasi dengan seksama untuk memastikan program tersebut dapat berjalan dengan efektif dan mencapai sasaran yang diinginkan.
“Itu sudah dapat kalkulasi, berdasarkan prioritas daerah, kemudian indeks, dan jumlah,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 24 Juni 2024.
Airlangga menambahkan bahwa program MBG ini akan difokuskan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia.
Dia menjelaskan bahwa meski saat ini hanya amplop besarnya yang dibahas, teknis pelaksanaan program akan diatur lebih lanjut dalam rancangan undang-undang yang akan datang.
“Kita kan baru baru bicara amplop besarnya, tapi nanti teknisnya akan ada penjelasan di dalam rancangan undang-undangnya nanti,” ujar Airlangga.
Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa alokasi dana untuk program MBG tidak akan menambah defisit anggaran negara. Dana sebesar Rp71 triliun tersebut telah dimasukkan dalam postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 yang sedang dibahas oleh pemerintah dan DPR.
“Rp71 triliun itu semua dalam postur. Tidak ada anggaran berlebih. Kalau di postur, artinya sudah ada deskripsi alokasi. Semua anggaran dalam UU APBN itu ada deskrispi alokasinya, jadi tidak ada yang berlebih. Serta Rp71 triliun itu ada dalam range postur defisit 2,29 persen hingga 2,82 persen. Jadi itu bukan on top dari range tersebut, tetapi sudah ada di dalamnya,” jelas Sri Mulyani, dalam konferensi pers di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, dilansir Media Indonesia, Senin, 24 Juni 2024.
Dengan langkah ini, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa program MBG tidak hanya bertujuan untuk memberikan makanan bergizi kepada masyarakat di wilayah 3T, tetapi juga dilakukan dengan perencanaan anggaran yang matang dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi presiden terpilih Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang tepat guna dan tepat sasaran.















