Polri Dalami Kasus KTP Palsu Buronan Narkoba Internasional dari Thailand

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Polisi Republik Indonesia (Polri) kini tengah mendalami kasus penangkapan buronan nomor satu dari Kepolisian Thailand, Chaowalit Thungduang alias Sia Pang Nanode alias Sulaiman, dengan menyelidiki siapa yang membuat KTP palsu untuk warga negara asing tersebut.

Kabareskrim Komjen Pol Wahyu Widada, menyatakan bahwa selama pelariannya di Indonesia, Chaowalit menggunakan identitas palsu berupa KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran atas nama Sulaiman.

- Advertisement -

“Siapa yang membuat ini sedang kami dalami,” kata Wahyu, dikutip.

Jenderal polisi bintang tiga tersebut menegaskan bahwa Polri sangat serius menangani masalah ini, terutama karena Chaowalit, yang tidak bisa berbahasa Indonesia atau Inggris, dengan mudah memperoleh identitas sebagai warga negara Indonesia di Aceh.

Dari hasil penyelidikan, Chaowalit memperoleh identitas palsu tersebut dari seseorang berinisial FS, yang diperkenalkan oleh salah satu saksi di Thailand untuk membantu pelariannya.

- Advertisement -

“Karena kami peduli dengan hal ini, begitu mudahnya orang bisa membuat KTP, apalagi orang tidak bisa berbahasa Indonesia, tidak bisa berbahasa Inggris, bisa buka buku rekening, ini jadi pertanyaan kami,” katanya.

Dalam kasus ini, Polri juga memeriksa delapan saksi yang terkait dengan Chaowalit. Para saksi ini termasuk pengemudi ojek daring, sopir taksi, agen pengiriman uang, jasa sewa kapal, dan teman-teman Chaowalit selama pelariannya di Indonesia.

Chaowalit adalah bandar narkoba internasional yang beroperasi di Myanmar, Thailand, dan Australia. Ia dipenjara karena kasus narkoba, namun melarikan diri dari rumah sakit pada 22 Oktober 2023 dengan bantuan beberapa rekannya. Chaowalit bahkan sempat menembak anggota kepolisian Thailand saat melarikan diri.

Dari hasil penyelidikan, Chaowalit memasuki Indonesia melalui jalur laut dengan menumpang kapal cepat dari Thailand ke Aceh selama 17 jam pada 8 Desember 2023.

Wahyu menjelaskan bahwa Chaowalit memiliki jaringan mafia yang membantu pelariannya, mulai dari kabur dari penjara hingga mempersiapkan segala kebutuhan saat berada di Indonesia.

“Kami sudah dalami ada dua orang, terutama kami melakukan penekanan pada pembuat KTP palsu. Kedua, adalah pembuat rekening atas nama Sulaiman, ini masih berproses dan akan kami proses penegakan hukum secara profesional,” katanya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Aksi Memanas di BPK RI, KAPAK Tuntut Usut Dugaan Kredit Bermasalah Kalla Group di Bank Himbara

JCCNetwork.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER