Kemendikbudristek Kaji Sanksi Perguruan Tinggi Soal Kasus TPPO

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kemendikbudristek masih menyelidiki kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang terkait dengan program magang Ferien Job ke Jerman, melibatkan 33 perguruan tinggi di Indonesia.

Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Abdul Haris, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Bareskrim Polri terkait kasus dugaan TPPO ini.

- Advertisement -

“Kami sedang melakukan kajian ini (sanksi), karena kami terus terang juga buat kami, mohon maaf saya juga baru (menjabat) ya.

Ini kami terus lakukankoordinasi dengan Kabareskrim,” ujarnya kepada wartawan.

Kasus TPPO ini menjadi pembelajaran bagi Kemendikbudristek untuk meningkatkan pengawasan pada program-program yang berjalan di perguruan tinggi.

- Advertisement -

“Kami menganggap ini sebagai lesson learned. Preseden ini harus menjadi pembelajaran untuk semua perguruan tinggi.

Dan juga buat kami sendiri,” tambah Abdul Haris.

Diharapkan kasus serupa tidak akan terulang kembali dan tidak ada lagi celah bagi TPPO melalui perguruan tinggi.

Sebelumnya, Dittipidum Bareskrim Polri membongkar kasus TPPO dengan modus mengirim mahasiswa untuk magang ke Jerman melalui sistem yang ilegal, mengakibatkan mahasiswa terexploitasi.

Kasus tersebut berawal dari aduan empat mahasiswa kepada KBRI Jerman setelah mengikuti program Ferien Job di sana.

KBRI Jerman kemudian melakukan pendalaman hingga diketahui ada sekitar 33 universitas di Indonesia yang menjalankan program Ferien Job ke Jerman, dengan jumlah mahasiswa yang diberangkatkan mencapai 1.047 orang.

Dalam kasus ini, mahasiswa dipekerjakan secara non prosedural sehingga terjadi eksploitasi terhadap mereka.

Modus yang digunakan antara lain pembayaran biaya pendaftaran dan pembuatan visa, serta pemotongan dana talangan dari gaji mereka setiap bulannya.

Meskipun program ini tidak terkait dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau MBKM, Kemendikbudristek berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bikin Geleng Kepala Subsidi BBM Masih Melenceng, 63% Penikmat Pertalite Ternyata Orang Mampu

JCCNetwork.id- Subsidi BBM masih melenceng, 63% penikmat pertalite justru kelas Menengah Atas.  Saat harga BBM naik, semua orang mengeluh. Tapi ketika ada subsidi, justru...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER