JCCNetwork.id-Dalam penghitungan suara Pemilu 2024, PSI mengalami peningkatan suara signifikan dengan melebihi prediksi yang ada dalam real count Sirekap KPU. Senin, 04/03, data terbaru real count KPU mengungkapkan bahwa PSI berhasil meraih suara sebanyak 2.404.270 atau 3,13% dari total suara, mengalahkan hasil quick count beberapa lembaga survei.
Meskipun demikian, hasil quick count sejumlah lembaga survei menunjukkan bahwa perolehan suara PSI berada di bawah 3%. Contohnya, Litbang Kompas mencatat 2,81%, sementara Voxpol mencatat 2,93%.
Namun, real count dari Politika Research and Consulting (PRC) menunjukkan 2,78%, dan Poltracking 2,89%. Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat 2,90%, dan Charta Politika 2,95%. Quick count Indikator Politik Indonesia menunjukkan suara PSI hanya sebesar 2,66%, sementara LSI Denny JA mencatat 2,71%.
Meskipun suara PSI terus meningkat dalam real count KPU, kenaikan ini mengundang sorotan dari sejumlah pihak. Pada Jumat, (01/03), saat persentase suara yang tercatat Sirekap mencapai 65,34%, perolehan suara PSI masih berada di angka 2.291.882 suara. Namun, hari ini, suara partai ini berhasil mencapai 2.404.270 suara.
Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono, menekankan pentingnya memperhatikan pola loncatan suara PSI dalam real count KPU yang dinilainya tidak lazim dan patut dicurigai Namun, menurutnya, hasil perhitungan cepat atau quick count selalu presisi, dengan selisih tipis antara hasil penghitungan KPU dengan quick count.
“Tetapi, jika melihat pola loncatnya tidak lazim karena data masuk ke data real count KPU sudah mencapai 65, 80 persen,” kata Karyono.
Meskipun PSI berhasil mencatat kenaikan yang signifikan dalam real count KPU, tantangan bagi partai ini belum berakhir. Menurut Juru Bicara PSI, Dedek Prayudi, partainya saat ini dihadapkan pada dugaan bahwa PSI dijadikan proksi untuk mendelegitimasi hasil Pilpres 2024. Dedek menyatakan keheranannya terhadap sorotan yang ditujukan pada PSI dalam hal ini.



