JCCNetwork.id- Keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Indonesia masih terasa meskipun telah dibubarkan. Kegiatan mereka yang diduga memanfaatkan acara keagamaan untuk tujuan tertentu semakin mencuat.
Salah satunya adalah acara “Metamorforshow: It’s Time to be One Ummah” yang diselenggarakan di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 19 Februari 2024 lalu.
Menurut Profesor Sri Yunanto, Guru Besar Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), kelompok pro-khilafah seperti HTI masih eksis di Indonesia. Acara seperti “Metamorforshow” di TMII dinilai sebagai propaganda penegakan khilafah oleh HTI.
“Semua harus memahami bahwa gerakan yang ingin mengangkat sistem khilafah itu belum benar-benar hilang dalam masyarakat Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam,” kata Yunanto, dikutip.
HTI justru berupaya menarik simpati generasi muda dengan memanfaatkan format acara yang menghibur, seperti stand-up comedy dan konser musik.
Sri mengungkapkan bahwa HTI kini lebih berani dalam menyebarkan gagasannya secara terbuka dan bahkan menggunakan acara-acara yang bersifat menghibur untuk tujuan tersebut.
“Jika dulu caranya masih melalui forum atau kajian tertutup, ternyata baru-baru ini kita ketahui bersama jika HTI mulai menggunakan forum terbuka dan bahkan sifatnya menghibur,” tambahnya.



