JCCNetwork.id – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, menekankan bahwa Hukum Internasional menjadi solusi krusial untuk menghentikan agresi militer yang dilakukan oleh Israel di Kota Gaza, Palestina.
“Hukum Internasional ini adalah kekuatan yang besar, dimana terdapat perpaduan berbagai negara yang mampu menghentikan kekerasan genosida di Palestina,” kata Zuhair, Minggu (3/12/2023).
Zuhair menyoroti peran besar Hukum Internasional sebagai kekuatan yang menggabungkan negara-negara untuk menghentikan kekerasan genosida yang terus berlangsung di Palestina. Ia menekankan bahwa melalui kerjasama internasional, potensi untuk menghentikan agresi tersebut dapat terwujud.
“Yang kami harapkan saat ini adalah kebebasan rakyat Palestina dari penjajahan, kami ingin bertahan di negara sendiri,” ujar Zuhair.
Dubes Palestina mengatakan rakyat di Kota Gaza menginginkan perdamaian, mereka meminta agar Israel mengembalikan tanah Palestina sebagai tempat tinggalnya. Termasuk pemerintahan Palestina juga mengajukan perdamaian, namun hingga saat ini belum muncul tanda dan ajakan perdamaian dari Israel.
Kendati demikian, Zuhair menegaskan Palestina akan menempuh berbagai cara untuk menghentikan perang di Kota Gaza.
Dubes Palestina mengungkapkan tidak ada jalan lain selain melalui peradilan internasional untuk mengakhiri penjajahan di Palestina.
Lebih dari 70 persen korban perang adalah anak-anak dan perempuan. Dalam beberapa waktu, berbagai bantuan kemanusiaan dari berbagai negara telah sampai di Kota Gaza dan sekitarnya.
Dalam mengakhiri pernyataannya, Zuhair menyampaikan harapannya agar dunia semakin memperhatikan penderitaan rakyat Palestina dan mengajak untuk bersama-sama berkontribusi dalam memulihkan keamanan di Kota Gaza. Ia menekankan bahwa ketika penjajahan berakhir, hanya melalui kondisi tersebut orang-orang dapat hidup dalam ketenangan dan perdamaian.
“Ketika penjajahan selesai, saya pikir orang-orang akan hidup dalam ketentraman di sana. Jika kondisi ini tidak berakhir, tidak ada seorang pun yang hidup damai dari penjajahan ini,” tutupnya.





















