Ketakutan Kembali Menggelayut: Kisah Mencekam Pasca-Jeda Gaza

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pejabat PBB menyatakan “harapan sirna” setelah serangan udara Israel melanda Khan Younis di Jalur Gaza, Jumat, mengikuti berakhirnya jeda kemanusiaan seminggu.

“Sepekan ini menunjukkan kepada kita apa yang dapat terjadi ketika senjata berhenti ditembakkan. Situasi di Khan Younis hari ini adalah pengingat yang mengejutkan ketika senjata kembali diletuskan,” ujar Martin Griffiths, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat.

- Advertisement -

Griffiths mencatat bahwa selama jeda kemanusiaan, sandera dibebaskan, pasien dirawat, dan bantuan ke Gaza meningkat. Namun, setelah berakhirnya jeda, banyak yang tewas dan luka-luka, memaksa warga untuk mengungsi lagi.

“Hari ini, hanya dalam waktu beberapa jam, banyak orang dilaporkan tewas dan luka-luka. Orang-orang diminta untuk mengungsi, sekali lagi,” kata dia.

“Hampir dua bulan perang berkecamuk, anak-anak, wanita dan pria di Gaza berada dalam ketakutan. Tidak ada tempat aman untuk menyelamatkan diri. Mereka hidup di tengah penyakit, kerusakan dan kematian. Ini tidak dapat diterima.” tegas Griffiths.

- Advertisement -

Setelah jeda kemanusiaan, militer Israel kembali menyerang Jalur Gaza pada Jumat, menyebabkan ratusan warga Palestina tewas.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 109 warga tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan Israel setelah berakhirnya jeda kemanusiaan, demikian dilaporkan Anadolu.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kronologi Kecelakaan Helikopter di Kalbar, 8 Orang Tewas Termasuk Pilot dan Penumpang

JCCNetwork.id-Kementerian Perhubungan mengungkap kronologi jatuhnya helikopter tipe Airbus Helicopter EC130 T2 dengan registrasi PK-CFX di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Sebelum dinyatakan hilang kontak, helikopter...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER