JCCNetwork.id- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengintensifkan pemantauan dan peningkatan sistem pelaporan individu secara real-time guna mengantisipasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia pada anak-anak dan orang dewasa di Ibu Kota.
Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI, Ngabila Salama, menyatakan bahwa pemantauan ini dilakukan di seluruh Puskesmas dan 194 rumah sakit. Tujuannya adalah untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat serta mendeteksi adanya penyakit baru melalui pemeriksaan laboratorium
“Pemantauan tersebut dilakukan di seluruh Puskesmas dan 194 rumah sakit,” kata Ngabila Salama, Minggu (3/12/2023) dikutip.
Pemantauan ini melibatkan pemeriksaan PCR atau panel virus untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi virus, terutama dalam menghadapi perubahan musim dari kemarau ke musim hujan. Ngabila menjelaskan bahwa imunitas manusia cenderung menurun akibat faktor kelembaban, sehingga kuman seperti virus, bakteri, dan jamur dapat lebih mudah masuk ke tubuh.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta menjalani imunisasi rutin lengkap, yang mencakup 15 jenis imunisasi gratis dari pemerintah, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) direkomendasikan sebagai langkah pencegahan pneumonia.
Ngabila juga mengingatkan akan ketersediaan vaksin COVID-19 dosis 1-4 secara gratis untuk usia 18 tahun ke atas di Puskesmas dan RSUD terdekat. Sementara itu, vaksin influenza berbayar mandiri disarankan terutama untuk kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu menyusui, ibu hamil, dan tenaga kesehatan.
Pentingnya menjaga ventilasi udara, terutama di ruangan tertutup (indoor), juga disoroti. Hal ini dapat dilakukan dengan membuka kaca atau jendela secara rutin atau menggunakan penyaring udara. Terakhir, Ngabila menekankan pentingnya untuk segera berobat ketika gejala pernapasan tidak membaik, serta melakukan deteksi dan terapi dini di fasilitas kesehatan.
“Berobat ketika gejala pernapasan tidak membaik serta melakukan deteksi dan terapi dini di fasilitas kesehatan,” tutupnya.
























