JCCNetwork.id– Bacapres Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto menilai bahwa melonjaknya jumlah anak kekurangan gizi kronis atau stunting merupakan dampak merosotnya hasil pangan di Indonesia.
Prabowo menjelaskan bahwa, faktor utama persoalan ini berada pada kendali hasil pangan yang tak stabil sehingga ibu hamil dan anak-anak Indonesia kekurangan gizi, dan kalah saing dengan bangsa lain sejak dalam kandungan.
“Sel otot tidak berkembang, sel tulang tidak berkembang. Menjadi kuli saja mungkin kalah sama bangsa lain. Ini tidak bisa,” ujar Prabowo, dikutip pada Sabtu (4/11/2023).
Ketum Gerindra itu turut bercerita bahwa, saat berkunjung ke Pulau Moa, Maluku. Ia melihat dua anak SD yang bertubuh kecil. sontak dirinya memprediksi jika kedua anak berusia 5 tahun dan 6 tahun. Tapi kenyataannya mereka berusia 9 dan 10 tahun.
Maka itu, Prabowo bakal mencari titik sentral membangun kebijakan sumber daya manusia, apabila unggul di Pilpres 2024. Menteri Pertahana RI itu juga berjanji memasok pangan bagi ibu dan anak untuk menekan stunting yang tengah melambung tinggi.
“Sampai dia lulus sekolah kita bantu, dan pendidikan harus baik, pendidikan harus gratis, dan kita sudah hitung uangnya ada,” ucap bacapres KIM itu.
Informasi tambahan melalui data Kementerian Kesehatan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6 persen di tahun 2022. Sedangkan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyebut ada 21 juta warga Indonesia kekurangan gizi dan 21,6 persen anak stunting.



