MK di Ujung Kebijakan Usia: Kontroversi Terkait Calon Presiden dan Wakil Presiden

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Koma.id- Mahkamah Konstitusi (MK) Indonesia tengah menghadapi tekanan besar terkait permohonan untuk mengubah aturan usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden. Dalam kontroversi ini, Peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), Violla Reininda, menekankan MK seharusnya menolak permohonan tersebut.

Pasalnya, batas usia bukanlah masalah konstitusional, melainkan pilihan kebijakan yang seharusnya menjadi wewenang pembentuk undang-undang.

- Advertisement -

“Ini juga potensial untuk membentangkan karpet merah bagi keberlanjutan kekuasaan incumbent. Dan yang terakhir adalah ini akan berpotensi untuk menggerus kredibilitas Mahkamah Konstitusi,” kata Violla Reininda dikutip.

Sementara itu, dalam beberapa putusan sebelumnya, MK selalu konsisten berpendirian bahwa syarat usia jabatan publik adalah bagian dari kebijakan terbuka (open legal policy), yang sepenuhnya merupakan hak kebebasan pembentuk undang-undang untuk mengaturnya.

Untuk itu MK harus menjaga kemerdekaan ini agar tidak terjerat dalam kepentingan politik tertentu yang berusaha menciptakan dinasti politik dan oligarki kekuasaan.

- Advertisement -

Sementara itu, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus SH, justru mendesak MK untuk menolak semua permohonan yang berkaitan dengan aturan usia pejabat publik, termasuk calon presiden dan calon wakil presiden. Menurutnya, lembaga yudikatif yang saat ini dipimpin oleh Anwar Usman, adik ipar Presiden Jokowi, patut diduga melayani kepentingan kelompok tertentu yang berusaha menciptakan dinasti politik dan oligarki kekuasaan.

“Semua permohonan itu wajib ditolak. Sebab sekali ada yang dikabulkan, akan muncul permohonan lain. Saat ini usia capres/cawapres, besok usia calon hakim MK. Akan terjadi ‘conflict of interest’ (konflik kepentingan),” kata Petrus dalam rilisnya.

Kontroversi ini semakin memanas, mempertaruhkan keseimbangan antara kebebasan pembentukan undang-undang dan potensi penyalahgunaan kekuasaan politik.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Insentif Pajak, Jakarta Perkuat Industri Film

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan insentif berupa keringanan pajak sebesar 50 persen bagi kegiatan produksi film nasional di Ibu Kota. Kebijakan yang...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Kapolri Suyudi Gandeng Komdigi Perkuat Pemberantasan Kejahatan Digital
05:12
Video thumbnail
Dinilai Berpotensi Bebani APBN, 26 Wantimpres Era Prabowo Digugat ke MK #shorts #trending
01:35
Video thumbnail
Kalau Ketemu Presiden Prabowo Mau Sampaikan Apa?
01:14
Video thumbnail
Gugatan ke MK, Keberadaan 26 Wantimpres Prabowo Dinilai Bebani APBN
12:59
Video thumbnail
Prabowo Kerap Reshuffle Menteri, Mahfud MD Angkat Bicara
09:01
Video thumbnail
Komisi III DPR Serukan Perangi Jaringan Narkoba Dari Malaysia #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Hinca Panjaitan Serukan Perang terhadap Bandar Narkoba Dari Malaysia
09:35
Video thumbnail
Dukung Rumah Subsidi, Prabowo Dorong Penyerapan 2,4 Juta Genteng Produksi UMKM #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Menteri Ara Beberkan Arahan Prabowo, 2,4 Juta Genteng UMKM Siap Dikirim untuk Rumah Subsidi
08:01
Video thumbnail
Indonesia Bersiap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Bahlil Akhirnya Buka Suara
08:30
Video thumbnail
Detik-Detik Mentan Amran Jadi Pusat Perhatian di Lampung #shorts #trending
01:58
Video thumbnail
Usulan Luhut Soal Redefinisi Korupsi Tak Disetujui Prabowo
12:26
Video thumbnail
Rocky Gerung Singgung Era Jokowi, Sebut Pernah Lolos dari 34 Laporan Polisi #shorts #trending
01:57
Video thumbnail
Singgung Era Jokowi, Rocky Gerung Bicara Pengalaman, Klaim Lolos dari 34 Laporan Polisi
11:22
Video thumbnail
Hakim Daniel Singgung Aturan Wantimpres dari Era Jokowi
08:34
Video thumbnail
Usulan Luhut Soal Redefinisi Korupsi Belum Disetujui Prabowo #shorts #trending
02:12
Video thumbnail
Sidang UU Polri Arsul Sani Singgung Amplop Cokelat dalam Rapat Resmi
09:14
Video thumbnail
DPR Tekankan Pentingnya Kompetensi Sebut Ijazah Bukan yang Utama, tapi Jangan Sampai Palsu #shorts
01:57
Video thumbnail
DPR Ingatkan Mahasiswa: Gelar Bukan Tolok Ukur Utama, Keaslian Ijazah Tetap Penting
08:04
Video thumbnail
Momen Tak Terduga Menteri HAM Natalius Pigai, Lancar Berbahasa Kongo di Hadapan Forum
09:46

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER