JCCNetwork.id – Harapan untuk menghentikan kelanjutan kepemimpinan Presiden Joko Widodo semakin menguat, seiring kekhawatiran akan potensi kerugian yang dapat ditimbulkan bagi masyarakat. Demikian kata Jerry Massie, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S).
Ia merasa dengan kritis mengamati bahwa kinerja pemerintahan Jokowi selama dua periode tidak memberikan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.
“Saya kira ada program yang justru merugikan rakyat, bahkan menyengsarakan rakyat. Maka tak perlu dilanjutkan,” ujar Jerry, Sabtu (17/6/2023).
Menurut Jerry, pernyataan Jokowi mengenai kelanjutan kepemimpinan sebagai tongkat estafet justru lebih menguntungkan pemodal daripada rakyat.
“Jokowi gemar ngutang, ngimpor, dan sangat diharapkan berlanjut (kebijakan itu) pada sosok Ganjar Pranowo (kandidat Capres dari PDIP). Bahkan, IKN menjadi cita-cita Jokowi, jadi dia rela cawe-cawe,” sindir Jerry.
Sebagai informasi tambahan, dalam acara peluncuran Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 di Jakarta Theater, Jakarta Pusat, pada hari Kamis kemarin (15/6/2023), Jokowi menyampaikan pandangannya mengenai kepemimpinan nasional sebagai tongkat estafet, bukan semata-mata sebagai pengukur bensin yang dimulai dari nol.
“Kepemimpinan itu ibarat tongkat estafet, bukan meteran pom bensin. Kalau meteran pom bensin itu dimulai dari nol ya. Ini apa kita mau seperti itu? Endak kan?” kata Jokowi.






