JCCNetwork.id – Pakar intelijen, Stanis Laus Riyanta menilai bocoran informasi negara soal sistem proporsional tertutup dari Denny Indrayana semakin melebar. Momentum ini juga dihubungkan dengan statement cawe-cawe Jokowi, oleh kelompok anti-pemerintah untuk membangun opini negatif.
Mereka bakal secara sengaja mencoba terus menerus gulirkan isu ini untuk mendiskreditkan pemerintah. Harapannya masyarakat kehilangan kepercayaan pada pemerintahan yang sedang berkuasa. Hal itu secara otomatis memanen keuntungan politik bagi mereka di Pemilu 2024.
Hal itu mulai tersemat di balik agenda advokat, tokoh & ulama yang soroti Cawe-Cawe Jokowi . Dimana mayoritas mereka adalah kelompok pengasong khilafah.
“Saya rasa tujuannya itu untuk elektoral, bukan untuk demokrasi Indonesia dalam jangka panjang. Pasti dimainkan sampai 2024,mereka membutuhkan massa,” kata Stanis dalam Podcast Koma Indonesia, Rabu (7/6/2023).
Lebih lanjut, Stanis menekankan pentingnya pemahaman terhadap strategi politik kelompok ini. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat lebih kritis menyikapi berbagai isu yang sedang berkembang dan tidak mudah terpengaruh oleh propaganda yang dapat mempengaruhi stabilitas politik dan demokrasi di Indonesia.
“Mereka melempar isu dipelihara, menciptakan perspektif bahwa pemerintah gagal, tidak kompeten,” tandasnya.



