Pramono Tertibkan Pedagang Kramat Jati

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta aktivitas perdagangan di sekitar Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, ditata ulang. Pedagang yang masih menggunakan bahu jalan dan area luar pasar diminta kembali berjualan di dalam kawasan pasar agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan.

Instruksi tersebut disampaikan Pramono setelah terjadi kecelakaan di sekitar Pasar Induk Kramat Jati yang diduga berkaitan dengan kondisi jalan licin. Aktivitas perdagangan di luar pasar disebut dapat menyebabkan air dan berbagai material menggenang atau tercecer ke badan jalan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

- Advertisement -

Pramono mengatakan penataan pedagang menjadi salah satu langkah yang harus segera dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Ia meminta jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur dan pengelola pasar mengambil langkah konkret terhadap pedagang yang berjualan di lokasi yang mengganggu lalu lintas.

“Sudah diminta untuk pedagang yang berada di luar yang bisa mengganggu lalu lintas karena airnya membuat licin dan sebagainya segera diminta untuk masuk ke pasar,” ujar Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/8).

Menurut Pramono, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketertiban perdagangan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Kondisi jalan yang licin akibat aktivitas perdagangan berpotensi membahayakan pengendara maupun pejalan kaki yang melintas di kawasan Pasar Induk Kramat Jati.

- Advertisement -

Karena itu, ia meminta pedagang yang masih beraktivitas di luar area pasar untuk dipindahkan ke lokasi yang telah disediakan. Penataan tersebut diharapkan dapat mengurangi aktivitas perdagangan di badan jalan sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas.

Pramono juga menegaskan pengelola pasar harus terlibat langsung dalam proses penataan. Pasar Induk Kramat Jati berada dalam pengelolaan Perumda Pasar Jaya sehingga penyelesaian persoalan pedagang di kawasan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan aparat pemerintah daerah.

“Tetapi kemudian karena ini areanya Pasar Jaya, saya sudah minta kepada Dirut Pasar Jaya juga ikut terlibat dalam hal ini,” ujar dia.

Instruksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menata kawasan Pasar Induk Kramat Jati yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan dengan mobilitas kendaraan dan pedagang yang tinggi.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur mengerahkan 110 personel gabungan untuk melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar serta badan Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati.

Penertiban dilakukan karena penggunaan fasilitas pejalan kaki dan badan jalan untuk berdagang dinilai mengganggu fungsi jalan. Selain menghambat pergerakan kendaraan, keberadaan pedagang di lokasi tersebut juga dapat mengurangi ruang aman bagi pejalan kaki.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan penataan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengguna jalan sekaligus kebersihan lingkungan. Pemerintah daerah ingin memastikan kawasan sekitar Pasar Induk Kramat Jati tetap dapat digunakan sesuai fungsinya.

Dengan adanya instruksi gubernur tersebut, penataan pedagang di sekitar Pasar Induk Kramat Jati akan melibatkan Pemkot Jakarta Timur dan Perumda Pasar Jaya. Pemerintah berharap pedagang dapat menjalankan aktivitas jual beli di dalam kawasan pasar sehingga badan jalan tetap terbebas dari aktivitas perdagangan yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Ronaldo Bawa Al Nassr Menang 4-0 atas Al Riyadh

JCCNetwork.id – Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan ketajamannya bersama Al Nassr. Megabintang asal Portugal itu mencetak gol saat Al Nassr meraih kemenangan telak 4-0 atas...

9.516 Napi Jateng Terima Remisi

Harga Pangan Nasional Masih Tinggi

Gunung Semeru Erupsi Jumat Pagi

HUT RI Digelar di 40 Titik Jakarta

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER