Pernyataan tersebut memicu reaksi dari delegasi Iran yang menilai komentar itu dapat memperumit proses diplomasi yang sedang berlangsung.
Ketua tim negosiasi Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, merespons dengan menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi berbagai kemungkinan apabila tekanan terhadap Teheran terus meningkat.
Meski ketegangan sempat meningkat, sinyal positif tetap muncul dari jalur diplomatik. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut mediasi yang dilakukan Pakistan dan Qatar telah menghasilkan kemajuan signifikan dalam upaya mencari solusi terhadap konflik di Lebanon.
Menurut Araghchi, komunikasi yang terus dibangun oleh kedua negara mediator membuka peluang bagi terciptanya kesepahaman yang lebih luas antara pihak-pihak yang bertikai.
Dengan berakhirnya putaran negosiasi tingkat tinggi di Swiss, perhatian dunia kini tertuju pada efektivitas pembicaraan lanjutan dan kerja sel de-konflik yang baru dibentuk. Keberhasilan mekanisme tersebut dinilai akan menjadi indikator penting bagi masa depan hubungan Iran-Amerika Serikat sekaligus stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.



