Detik-Detik Mengerikan Pesawat Helios 522 di Langit Athena

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pagi itu, 14 Agustus 2005, langit Siprus tampak cerah seperti hari-hari biasanya. Di Bandara Larnaca, para penumpang Helios Airways Flight 522 mulai memasuki pesawat Boeing 737 dengan tujuan akhir Praha, Republik Ceko. Namun sebelum sampai ke tujuan, pesawat ini harus terlebih dahulu transit di Athena, Yunani.

Tak ada yang tahu, penerbangan itu akan berubah menjadi salah satu tragedi paling misterius dan mematikan dalam sejarah penerbangan Eropa.

- Advertisement -

Pukul 06.07 waktu setempat, pesawat lepas landas dari Larnaca. Perjalanan menuju Athena seharusnya hanya memakan waktu sekitar satu jam 45 menit. Namun satu jam berlalu, lalu dua jam, dan pesawat itu masih melayang di udara—tanpa tanda-tanda akan mendarat.

Di menara pengawas, keanehan mulai terdeteksi. Helios 522 terlihat berputar di langit Athena, seolah-olah menunggu instruksi pendaratan. Namun tidak ada respons yang jelas dari kokpit. Kontak radio mulai tidak stabil. Situasi semakin membingungkan.

Di dalam pesawat, masalah sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum itu.

- Advertisement -

Pesawat tersebut baru saja menjalani perbaikan sistem tekanan udara. Namun ada satu kesalahan fatal, sistem yang seharusnya diatur otomatis justru dibiarkan dalam mode manual. Kesalahan ini tidak disadari oleh kru saat pemeriksaan sebelum terbang.

Saat pesawat naik ke ketinggian jelajah, tekanan udara di kabin perlahan turun. Alarm peringatan berbunyi. Namun suara itu disalahartikan sebagai peringatan konfigurasi lepas landas. Lampu indikator juga menyala, tetapi tidak dianggap sebagai ancaman serius.

Dalam beberapa menit, kondisi di kabin mulai berubah menjadi berbahaya. Oksigen menurun drastis. Tanpa disadari, kru dan penumpang mulai mengalami hipoksia, kondisi kekurangan oksigen yang menyebabkan pusing, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran.

Satu per satu orang di dalam kabin mulai jatuh pingsan. Beberapa penumpang sempat mengenakan masker oksigen, tetapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan mereka.

Di darat, teknisi mencoba berkomunikasi dengan pilot. Namun dalam 13 menit setelah lepas landas, kontak dengan pesawat benar-benar hilang.

Helios 522 kini menjadi “pesawat tanpa awak” yang terus melayang di langit Yunani.

Otoritas penerbangan mulai panik. Bahan bakar pesawat diperkirakan hanya cukup untuk sekitar tiga jam terbang. Waktu terus berjalan, dan dalam hitungan menit, pesawat itu akan kehabisan energi.

Angkatan Udara Yunani akhirnya mengerahkan dua jet tempur untuk melakukan intersepsi. Ketika pilot militer mendekat, pemandangan yang mereka lihat sangat mengerikan.

Kursi kapten kosong. Kopilot terlihat tertelungkup tak bergerak di atas panel kontrol. Di kabin penumpang, semua orang tampak tidak sadarkan diri. Tidak ada komunikasi. Tidak ada respons.

Pesawat itu benar-benar seperti “hantu” yang terbang tanpa kendali.

Di tengah kekacauan itu, masih ada satu harapan kecil. Seorang kru kabin bernama Andreas Prodromou masih sadar. Diduga, ia memiliki ketahanan lebih terhadap kekurangan oksigen karena latar belakangnya sebagai penyelam.

Andreas berhasil menggunakan tabung oksigen portabel untuk bertahan hidup. Dalam kondisi lemah, ia menuju kokpit yang terkunci dan berhasil masuk menggunakan kode darurat.

Namun yang ia temukan sangat memilukan, pilot dan kopilot sudah tidak sadarkan diri, tidak mampu lagi mengendalikan pesawat.

Andreas yang juga bukan pilot penuh untuk Boeing 737 mencoba mengambil alih situasi. Dengan kondisi tubuh semakin melemah, ia sempat mengirimkan panggilan darurat:

“Mayday, Mayday, Mayday. Helios Airways Flight 522… Athena… Mayday…”

Namun panggilan itu tidak terdengar jelas oleh pengawas lalu lintas udara, karena radio masih tersetel ke frekuensi Larnaca.

Dari kejauhan, ia melihat jet tempur mengiringi pesawat. Ia mencoba memberi isyarat dengan tangannya, seolah meminta bantuan atau memperingatkan sesuatu. Tetapi semuanya sudah terlambat.

Mesin kiri pesawat mulai mati. Lalu mesin kanan menyusul. Helios 522 kehilangan tenaga sepenuhnya.

Dalam detik-detik terakhir, Andreas diduga berusaha mengarahkan pesawat agar tidak jatuh di wilayah padat penduduk. Namun gravitasi tak bisa dilawan.

Pada akhirnya, pesawat Boeing 737 itu jatuh di daerah perbukitan Grammatiko, di luar Athena. Dari 121 orang di dalamnya 115 penumpang dan 6 kru tidak ada satu pun yang selamat.

Tragedi Helios Airways 522 kemudian tercatat sebagai salah satu kecelakaan udara paling tragis dan misterius dalam sejarah Yunani, sekaligus pengingat kelam tentang bagaimana satu kesalahan kecil dalam prosedur dapat berubah menjadi bencana besar di langit.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Eksekusi Hotel Sultan Berlangsung Tegang

JCCNetwork.id- Proses eksekusi lahan dan bangunan Hotel Sultan yang berada di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, berlangsung ricuh dan diwarnai ketegangan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER