JCCNetwork.id- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan darurat terhadap Jembatan Aih Bobo di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang kembali terputus akibat banjir.
Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama enam hari.
Kondisi itu menyebabkan luapan sungai dan memutus akses jalan penghubung pada jembatan sementara.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan akses menjadi prioritas karena jalur tersebut berkaitan dengan mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pelayanan darurat.
“Karena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Penanganan dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan membersihkan material dan sisa konstruksi jembatan sementara yang terdampak banjir.
Tim juga memasang safety line untuk membatasi area yang berisiko.
Selama proses penanganan berlangsung, warga memanfaatkan jembatan kayu sebagai akses penyeberangan.
Terputusnya Jembatan Aih Bobo kali ini menjadi kejadian ketiga dalam kurun waktu kurang dari setahun.
Sebelumnya, kawasan tersebut terdampak kejadian serupa pada November 2025 dan Juni 2026.
Selain menangani jembatan, BPJN Aceh juga melakukan pembersihan material longsor yang menutup ruas Jalan Nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara.
Longsor tercatat di tujuh titik, masing-masing satu titik di kawasan Meloak, empat titik di Durin Daun, dan dua titik di kawasan Air Panas.
BPJN Aceh bersama penyedia jasa Hutama Karya dan masyarakat setempat mengerahkan sejumlah alat berat, antara lain ekskavator, wheel loader, dan backhoe loader, untuk mempercepat pembukaan kembali akses jalan.
Kementerian PU juga mengerjakan pembangunan sabo dam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Kecamatan Pining, Gayo Lues.
Infrastruktur tersebut ditujukan untuk membantu mengendalikan sedimen yang terbawa aliran banjir.
Pekerjaan sabo dam ditargetkan dapat difungsikan dalam sekitar tiga hingga empat pekan, meski sejumlah pekerjaan konstruksi masih berlangsung.
Tahap pekerjaan yang belum selesai meliputi pembangunan sayap kanan dan kiri serta peninggian badan sabo dam.
Di lapangan, pasokan semen menjadi salah satu kendala dalam percepatan pekerjaan.
Kementerian PU menyatakan penanganan sejumlah infrastruktur tersebut dilakukan untuk memulihkan konektivitas wilayah Gayo Lues setelah bencana hidrometeorologi yang berlangsung sejak 9 September 2026.



