Pernyataan Stok BBM Picu Kekhawatiran Publik

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pernyataan pemerintah mengenai ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut berada pada kisaran 20 hari memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Informasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan salah tafsir hingga memicu aksi pembelian berlebihan atau panic buying di sejumlah daerah.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nevi Zuairina, menilai polemik ini muncul akibat komunikasi publik yang tidak disampaikan secara utuh. Menurutnya, sebagian masyarakat menganggap ketersediaan BBM nasional hanya cukup untuk beberapa pekan, sehingga memunculkan kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan.

- Advertisement -

Nevi menjelaskan bahwa angka sekitar 20 hari yang disampaikan pemerintah merujuk pada kapasitas cadangan operasional di tangki penyimpanan nasional, bukan berarti pasokan BBM di Indonesia akan habis dalam waktu tersebut.

“Ketika masyarakat mendengar bahwa stok BBM hanya tersedia untuk sekitar tiga minggu, sebagian orang langsung menganggap akan terjadi kelangkaan. Padahal yang dimaksud adalah kapasitas cadangan operasional di tangki penyimpanan nasional, bukan berarti pasokan BBM akan habis dalam waktu tersebut,” ujar Nevi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, fenomena panic buying sering kali dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari ketidakjelasan informasi, faktor psikologis masyarakat, hingga kekhawatiran terhadap kondisi geopolitik global yang dapat memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.

- Advertisement -

Menurut Nevi, dalam situasi yang penuh ketidakpastian, reaksi masyarakat sering kali dipengaruhi oleh perilaku kolektif. Ketika sebagian orang mulai menimbun BBM, masyarakat lainnya cenderung mengikuti tindakan serupa.

“Sering kali rasa takut masyarakat lebih besar daripada kondisi sebenarnya. Ketika sebagian orang mulai menimbun BBM, masyarakat lain ikut melakukan hal yang sama. Inilah yang kemudian memicu antrean panjang di SPBU dan mengganggu distribusi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa aksi pembelian berlebihan justru dapat menciptakan kelangkaan semu atau artificial scarcity. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu sistem distribusi energi nasional, bahkan bisa memicu kenaikan harga di tingkat masyarakat.

Untuk mencegah situasi tersebut, Nevi mendorong pemerintah memperkuat strategi komunikasi publik yang lebih cepat, transparan, dan berbasis data. Informasi mengenai kondisi pasokan energi harus disampaikan secara jelas agar tidak menimbulkan spekulasi yang meresahkan masyarakat.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas distribusi BBM dari kilang, depo, hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) agar pasokan tetap lancar di seluruh wilayah Indonesia.

“Pengawasan terhadap potensi penimbunan dan penyalahgunaan BBM juga harus diperketat, terutama dalam situasi yang rentan memicu spekulasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Nevi menilai polemik ini sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk memperkuat cadangan energi nasional dalam jangka panjang. Menurutnya, kapasitas cadangan BBM Indonesia saat ini masih relatif rendah jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain.

Ia mencontohkan Jepang yang memiliki cadangan energi hingga sekitar 254 hari, Amerika Serikat sekitar 90 hingga 120 hari, sementara negara-negara di kawasan Uni Eropa dan China rata-rata memiliki cadangan strategis minimal 90 hari.

Nevi menegaskan bahwa peningkatan cadangan energi strategis harus menjadi prioritas nasional guna memperkuat ketahanan energi di masa mendatang.

“Penguatan cadangan energi strategis harus menjadi agenda jangka panjang. Peningkatan kapasitas tangki penyimpanan serta pembangunan cadangan energi nasional merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan,” ungkapnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Direktur Rumah Politik Indonesia Nilai Gibran Jalankan Mandat Konstitusi Lewat Kunjungan ke Daerah

JCCNetwork.id- Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai berbagai kunjungan kerja yang dilakukan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke berbagai daerah merupakan bagian dari...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Momen Prabowo Teguk Air Olahan BRIN! Celetuk: Kalau Bu Mega Minum, Masa Prabowo Tidak
09:05
Video thumbnail
Detik-Detik Prabowo Uji Temuan Periset! Dibanting hingga Diinjak
09:04
Video thumbnail
Kepala BRIN Beberkan Pengembangan Teknologi Nuklir RI di Hadapan Prabowo
13:35
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan! Kenyataan Pendidikan RI Masih Kalah dari dari Negara Tetangga
08:46
Video thumbnail
Prabowo Terkesan! BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Sepatu Super Murah Cuma Rp47 Ribu!
09:47
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan! Menteri Pendidikan Singapura Disebut Tak Bisa Disamakan dengan Indonesia
09:13
Video thumbnail
Depan DPRD, KDM Sindir BUMD Enak Betul Terima Rp10 Miliar Tanpa Kerja
08:47
Video thumbnail
Hakim Saldi Isra Semprot Pemerintah Jangan Bela Maskapai Terus , Gegara Ganti Rugi Delay Cuma Rp300
08:19
Video thumbnail
Ramai Kabar PHK, Airlangga Sebut Lapangan Kerja Baru Terus Meningkat #shorts #trending
00:53
Video thumbnail
Presiden Singgung Lagi Soal Timnas Gagal ke Piala Dunia #shorts #trending
01:02
Video thumbnail
Presiden Prabowo Bandingkan Indonesia dengan Cape Verde
00:37
Video thumbnail
Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Mengejutkan #shorts #trending
00:28
Video thumbnail
KDM Ungkap Fakta Sudah Dibantu Pulang, Malah Kembali ke Tempat Hiburan Malam #shorts #trending
00:37
Video thumbnail
Zulhas Singgung Sponsor Pilkada Habis Modal, Baliknya Minta Izin Tambang #shorts #trending
01:21
Video thumbnail
Zulhas Singgung Sponsor Biayai Pilkada, Setelah Menang Tagih Tambang
08:20
Video thumbnail
Prabowo Singgung Erick Thohir Soal Timnas Gagal ke
09:07
Video thumbnail
Prabowo Singgung Erick Thohir soal Sepakbola #shorts #trending
01:13
Video thumbnail
Presiden: Negara Sebesar Kita Gagal ke Piala Dunia #shorts #trending
01:14
Video thumbnail
Prabowo Heran Cape Verde Negara Kecil Sudah Tembus Piala Dunia, Kita Kapan?
09:47
Video thumbnail
Ramai Kabar PHK, Airlangga Sebut Lapangan Kerja Baru Terus Meningkat
09:34

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER