JCCNetwork.id — Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, peran Perum Bulog dinilai krusial dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan nasional.
DPR RI mendorong pengawasan ketat terhadap kebijakan stabilisasi agar petani dan konsumen sama-sama terlindungi dari gejolak harga.
Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah, menegaskan bahwa stabilitas harga dan pasokan pangan menjadi prioritas utama pada periode Ramadan hingga Lebaran tahun ini.
Ia berharap Bulog mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani sekaligus menggencarkan operasi pasar untuk mengantisipasi lonjakan harga.
Menurutnya, harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng relatif terkendali sesuai acuan pemerintah.
Namun, sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai masih mengalami fluktuasi akibat faktor cuaca, terutama musim hujan.
“Beras SPHP dan minyak goreng tersedia dengan baik. Cabai masih naik turun karena musim hujan,” ujar Rina dilansir dari laman DPR, Sabtu (21/2/2026).
Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa itu menilai Bulog memegang peran strategis dalam menyerap gabah dan jagung petani saat panen raya, sekaligus memastikan distribusi beras SPHP berjalan lancar hingga ke tingkat konsumen.
“Bulog menyerap panen dan menyalurkan beras SPHP. Operasi pasar membantu mencegah lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri,” jelasnya.
Operasi pasar, lanjutnya, menjadi instrumen penting untuk meredam potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.
Selain optimalisasi penyerapan dan distribusi, Rina juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur penyimpanan pangan.
“Dengan fasilitas penyimpanan memadai, petani tidak merugi saat panen raya dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali,” ujarnya.
Ia mendorong penambahan fasilitas gudang, termasuk cold storage untuk komoditas yang mudah rusak, guna menjaga kualitas dan stabilitas pasokan.
Dengan dukungan fasilitas penyimpanan yang memadai, petani diharapkan tidak mengalami kerugian saat panen melimpah, sementara harga di tingkat konsumen tetap terkendali.
Komisi IV DPR RI, tegas Rina, akan terus melakukan pengawasan terhadap kebijakan stabilisasi pangan, termasuk memastikan distribusi berjalan lancar dan mencegah praktik penimbunan.
Langkah tersebut diambil agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani.
“Petani juga harus mendapatkan perlindungan dan kepastian pasar,” tutup Rina.























