Lansia Ditemukan Tewas Terikat di Sawah Sukabumi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Warga Kampung Ciranjang, Desa Karanggeusan, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi digemparkan dengan penemuan jasad seorang lanjut usia di area persawahan, Sabtu (14/2/2026). Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan dan kaki terikat serta sejumlah luka lebam di bagian tubuhnya.

Korban diketahui bernama Lani (64), warga setempat. Tubuhnya pertama kali ditemukan oleh warga yang tengah melintas di sekitar lokasi persawahan pada pagi hari. Posisi jasad tergeletak di atas lahan sawah yang tidak jauh dari permukiman penduduk, sehingga kabar penemuan tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian warga sekitar.

- Advertisement -

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, saksi awalnya melihat sosok tubuh terbaring dengan kondisi mencurigakan. Setelah didekati, korban dipastikan sudah tidak bernyawa. Warga kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Jampang Kulon.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti di sekitar area persawahan diamankan guna kepentingan penyelidikan. Polisi juga meminta keterangan dari beberapa saksi yang mengetahui situasi sebelum dan saat jasad ditemukan.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Polri untuk menjalani proses autopsi. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian sekaligus mengidentifikasi adanya unsur kekerasan.

- Advertisement -

Anak korban, Habul Hamid, menyampaikan bahwa kondisi jasad ayahnya saat ditemukan sangat memprihatinkan. Ia menyebut tangan dan kaki korban terikat, serta terdapat luka memar di bagian kepala. Bahkan, bagian belakang kepala korban disebut dalam kondisi lembek. Di sekitar lokasi juga ditemukan potongan kayu yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

“Posisinya tergeletak di sawah, tangan dan kaki terikat. Secara visual luka memar ada di kepala dan belakang kepala lembek. Di lokasi ada kayu,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Pihak keluarga menduga korban menjadi korban tindak kekerasan yang melibatkan lebih dari satu orang. Dugaan tersebut muncul setelah keluarga mengetahui adanya luka-luka di tubuh korban yang dinilai tidak wajar. Selain itu, keluarga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban sempat terlibat perselisihan dengan salah seorang warga.

“Saya perkirakan pelaku lebih dari satu orang,” katanya.

Sementara itu, PAUR Yanmed RS Bhayangkara Setukpa Polri Iptu dr Idham Andayana Sudrajat membenarkan bahwa hasil autopsi telah diserahkan kepada penyidik. Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di beberapa bagian tubuh korban. Namun, pihak rumah sakit tidak merinci lebih jauh karena seluruh hasil pemeriksaan menjadi kewenangan penyidik.

“Hasil (autopsi) pastinya kami sudah serahkan ke penyidik. Terdapat luka akibat kekerasan,” ujarnya.

Kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian maupun kemungkinan adanya tersangka dalam kasus tersebut. Aparat masih mendalami motif serta mengumpulkan bukti tambahan untuk mengungkap peristiwa yang menewaskan lansia tersebut.

Setelah proses autopsi rampung, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan menjadi perhatian warga Jampang Kulon yang berharap pelaku segera terungkap.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Polda Metro Jaya: Richard Lee Belum Ajukan Penangguhan Penahanan

JCCNetwork.id- Polda Metro Jaya menyatakan hingga kini belum menerima pengajuan penangguhan penahanan dari pihak kuasa hukum dokter Richard Lee, yang saat ini berstatus tersangka...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER