JCCNetwork.id-Jumlah korban tewas akibat tenggelamnya feri MV Trisha Kerstin 3 di perairan Basilan, Filipina, kembali meningkat.
Hingga Selasa (10/2/2026), otoritas setempat mengonfirmasi 51 orang meninggal dunia setelah tim penyelam menemukan sejumlah jenazah di dalam bangkai kapal.
Penjaga Pantai Filipina (Philippine Coast Guard/PCG) menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan dilanjutkan sejak Selasa pagi.
Tim gabungan memusatkan penyisiran di area akomodasi kelas ekonomi di dek pertama, yang diduga menjadi lokasi banyak penumpang terjebak saat kapal tenggelam.
Fokus pencarian hari ini berada di dek bawah, khususnya ruang akomodasi ekonomi, demikian keterangan resmi PCG.
Feri MV Trisha Kerstin 3 dilaporkan tenggelam pada 26 Januari 2026 ketika berlayar dari Kota Zamboanga menuju Jolo, Provinsi Sulu, di wilayah selatan Filipina.
Kapal tersebut kemudian ditemukan dalam kondisi karam sekitar 1,8 mil laut dari Pulau Baluk-baluk, Provinsi Basilan.
Berdasarkan data resmi, sedikitnya 316 penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan dalam insiden tersebut.
Namun, proses pencarian masih terus dilakukan guna memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di dalam badan kapal.
Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan laut paling mematikan di Filipina dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga kini, penyelidikan terkait penyebab pasti tenggelamnya feri masih berlangsung.



